bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:45 WIB

Pemerintah Genjot Teknologi Pirolisis untuk Ubah Sampah Menjadi Energi Terbarukan

Redaksi 10 Agustus 2026 5 views
Pemerintah Genjot Teknologi Pirolisis untuk Ubah Sampah Menjadi Energi Terbarukan
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pemerintah Indonesia tengah mendorong percepatan pengelolaan sampah nasional melalui pemanfaatan teknologi pirolisis. Teknologi ini memungkinkan sampah diolah menjadi bahan bakar terbarukan dan melengkapi pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL).

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyatakan bahwa penanganan sampah tidak bisa lagi dilakukan secara konvensional, melainkan membutuhkan intervensi teknologi. Oleh karena itu, selain pembangunan PSEL, pemerintah juga menggalakkan penggunaan teknologi pirolisis untuk meningkatkan jumlah sampah yang dapat diubah menjadi energi.

Zulhas, sapaan akrab Zulkifli Hasan, menjelaskan bahwa teknologi pirolisis memiliki potensi besar dalam mengelola sampah di Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi bahan bakar terbarukan yang setara dengan solar. Ia mengklaim bahwa penerapan teknologi ini secara luas dapat menangani sekitar 20 persen permasalahan sampah nasional.

Dalam implementasi teknologi pirolisis ini, sejumlah instansi dan pemerintah daerah turut berpartisipasi. Salah satunya adalah kolaborasi antara Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat dengan pemerintah daerah. Kolaborasi ini mendukung percepatan Proyek Strategis Nasional PSEL Bogor Raya 1 dan pengembangan proyek percontohan pirolisis di lima lokasi, yaitu Kota Bogor, Kabupaten Bogor, Kota Semarang, Kota Bekasi, dan DKI Jakarta.

Zulhas mengapresiasi peran aktif TNI-AD dalam mempercepat implementasi teknologi pirolisis. Ia menilai kolaborasi antara TNI dan pemerintah daerah sebagai langkah konkret untuk mempercepat pengolahan sampah menjadi energi. Indonesia diproyeksikan akan memiliki 13 lokasi PSEL dalam waktu dekat, sebagai bagian dari implementasi Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2025 untuk mempercepat pembangunan PSEL di berbagai daerah.

Salah satu PSEL yang ditargetkan beroperasi pada Oktober 2026 adalah di Kota Palembang. Meskipun demikian, kapasitas PSEL yang ada saat ini baru mampu menangani sekitar 22 persen timbunan sampah nasional, sehingga teknologi pelengkap seperti pirolisis sangat dibutuhkan.

Zulhas menekankan pentingnya komitmen kuat dari pemerintah daerah dalam program ini, terutama dalam penyediaan lahan, percepatan perizinan, dan jaminan pasokan sampah yang memadai. Selain itu, percepatan pengolahan sampah juga krusial untuk mengantisipasi peningkatan risiko kebakaran TPA akibat musim kering yang dipengaruhi El Nino.

"Kita ingin persoalan sampah tidak hanya selesai, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan energi bagi masyarakat. Dengan gotong royong dan kerja cepat, target itu dapat kita capai," ujar Zulkifli Hasan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.