bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, makna kemerdekaan Indonesia seharusnya tidak hanya terbatas pada peringatan sejarah, tetapi juga diwujudkan melalui peningkatan kesejahteraan dan kemandirian masyarakat. Kelompok perempuan pelaku usaha ultra mikro dianggap memegang peranan penting dalam upaya ini, di mana usaha skala kecil seperti warung, kuliner rumahan, dan perdagangan kebutuhan sehari-hari turut menggerakkan perekonomian nasional serta menopang kehidupan keluarga.
Wakil Direktur Utama PT Permodalan Nasional Madani (Persero) atau PNM, Sunar Basuki, menyatakan bahwa pengisian kemerdekaan saat ini dapat dimulai dengan memastikan keluarga prasejahtera memiliki kesempatan untuk berkembang. Ia menekankan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia juga tercermin dari seberapa banyak rakyat yang ikut tumbuh bersama negara. Pendampingan yang dilakukan PNM Mekaar tidak hanya berfokus pada pengembangan usaha, tetapi juga membangun harapan dan masa depan bagi keluarga nasabah.
Sunar menjelaskan bahwa meskipun perjuangan pelaku usaha ultra mikro seringkali berada dalam skala kecil, dampaknya terhadap ketahanan ekonomi keluarga sangat besar. Penghasilan dari usaha-usaha tersebut dapat membantu memenuhi kebutuhan pokok dan membiayai pendidikan anak. Oleh karena itu, pemberdayaan menjadi kunci dalam mendampingi mereka, yang mencakup tidak hanya akses permodalan, tetapi juga peningkatan kemampuan pengelolaan usaha, kualitas produk, pemasaran, pemanfaatan teknologi, dan akses pasar.
PNM melihat pembiayaan sebagai langkah awal untuk memberikan pemberdayaan yang lebih luas, termasuk penguatan pengetahuan, keterampilan, jejaring, dan pengembangan kapasitas usaha. Pendekatan ini bertujuan agar pelaku usaha ultra mikro dapat berkembang secara bertahap, meningkatkan kepercayaan diri, memperluas pasar, dan menciptakan sumber pendapatan baru. Sunar menambahkan bahwa pemberdayaan masyarakat berarti hadir untuk memahami kebutuhan, mendampingi proses, dan membantu melihat peluang.
Penguatan usaha ultra mikro juga memiliki arti strategis bagi perekonomian nasional, karena pertumbuhan ekonomi tidak hanya bergantung pada industri besar, tetapi juga pada jutaan usaha kecil yang menopang kehidupan keluarga. Dalam konteks peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, hal ini menjadi pengingat pentingnya pembangunan ekonomi yang inklusif.