bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, nilai tukar rupiah tercatat menguat pada perdagangan Senin (17/8) sore, mencapai level Rp17.798 per dolar Amerika Serikat. Penguatan ini sebesar 29 poin atau setara dengan 0,16 persen dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya.
Kondisi penguatan rupiah ini sejalan dengan tren penguatan mayoritas mata uang negara-negara Asia terhadap dolar AS. Yuan China tercatat menguat 0,09 persen, ringgit Malaysia terapresiasi 0,73 persen, dolar Singapura menguat 0,21 persen, dan yen Jepang naik 0,13 persen. Sementara itu, won Korea Selatan terapresiasi 0,36 persen, dolar Hong Kong menguat 0,03 persen, namun peso Filipina sedikit melemah 0,05 persen.
Tren serupa juga terlihat pada mata uang utama negara-negara maju, yang mayoritas menguat terhadap dolar AS. Euro Eropa naik 0,27 persen, poundsterling Inggris menguat 0,15 persen, dolar Australia terapresiasi 0,55 persen, dolar Kanada menguat 0,13 persen, dan franc Swiss naik 0,54 persen.
Analis mata uang dari DOO Financial Futures, Lukman Leong, menjelaskan bahwa penguatan rupiah dipicu oleh pelemahan indeks dolar AS yang menyentuh level terendah dalam 11 minggu terakhir. Menurutnya, pelemahan indeks dolar AS ini terjadi setelah beberapa data ekonomi Amerika Serikat menunjukkan hasil yang lebih lemah dari perkiraan pasar.