bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 04:09 WIB

Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan Hingga September 2026

Redaksi 23 Juni 2026 6 views
Pemerintah Perpanjang Bantuan Pangan Hingga September 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, pemerintah akan melanjutkan program bantuan pangan bagi 33,24 juta penerima hingga periode Juli hingga September 2026. Langkah ini diambil sebagai upaya untuk menjaga daya beli masyarakat di tengah kondisi ketidakpastian ekonomi global.

Menurut Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bantuan pangan tersebut akan disalurkan selama tiga bulan, yaitu Juli, Agustus, dan September 2026. Anggaran yang dialokasikan untuk program bantuan pangan ini diperkirakan mencapai Rp17,54 triliun. Selain itu, pemerintah juga akan melanjutkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) dengan memberikan subsidi kedelai sebesar Rp2.000 per kilogram kepada perajin tahu dan tempe, dengan kuota sebanyak 250 ribu ton.

Airlangga Hartarto menyatakan bahwa kebijakan ini bertujuan untuk menjaga aktivitas ekonomi domestik dan mengantisipasi dampak dari ketidakpastian global yang masih berlangsung. Ia menekankan pentingnya menjaga ekonomi domestik melalui langkah-langkah proaktif untuk mencegah dan mengantisipasi risiko eksternal.

Selain bantuan pangan, pemerintah juga memberikan insentif transportasi pada periode libur sekolah dan libur Natal-Tahun Baru (Nataru). Insentif tersebut mencakup diskon tiket kereta api sebesar 30 persen, diskon tarif dasar kapal Pelni sebesar 30 persen, pembebasan tarif jasa kepelabuhanan ASDP, serta fasilitas Pajak Pertambahan Nilai Ditanggung Pemerintah (PPN DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat domestik kelas ekonomi berjadwal.

Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi merinci bahwa diskon tiket kereta api untuk libur sekolah berlaku mulai 20 Juni hingga 5 Juli 2026, sementara diskon tarif dasar kapal Pelni berlangsung dari 20 Juni hingga 15 Agustus 2026. Untuk periode Natal dan Tahun Baru, diskon tiket kereta api sebesar 30 persen berlaku pada 22 Desember 2026 hingga 4 Januari 2027, dan diskon tarif dasar kapal Pelni dari 17 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027. Total anggaran untuk insentif dan diskon transportasi ini adalah sebesar Rp1,54 triliun.

Pemerintah juga berkomitmen melanjutkan program magang dan pelatihan vokasi nasional untuk meningkatkan kualitas tenaga kerja. Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyebutkan bahwa program magang nasional angkatan kedua pada tahun 2026 menargetkan 150 ribu peserta. Sementara itu, program pelatihan vokasi dirancang untuk 220 ribu peserta, termasuk 50 ribu pekerja yang terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK).

Secara keseluruhan, Airlangga Hartarto menambahkan bahwa total stimulus ekonomi untuk semester II 2026 meliputi insentif transportasi senilai sekitar Rp2,04 triliun, program magang dan vokasi sebesar Rp6,26 triliun, serta bantuan pangan senilai Rp18,04 triliun. Dengan berbagai stimulus ini, pemerintah berharap konsumsi rumah tangga dan aktivitas ekonomi domestik dapat terjaga, sehingga mendukung pertumbuhan ekonomi nasional pada paruh kedua tahun 2026.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.