bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 04:10 WIB

Pemerintah Pertimbangkan Perombakan Total Kawasan Eks Hotel Sultan Menjadi Ikon Baru Indonesia

Redaksi 22 Juni 2026 8 views
Pemerintah Pertimbangkan Perombakan Total Kawasan Eks Hotel Sultan Menjadi Ikon Baru Indonesia
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pemerintah tengah menjajaki opsi untuk melakukan perombakan besar-besaran, bahkan hingga merobohkan Hotel Sultan yang berlokasi di kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Kawasan yang sebelumnya ditempati Hotel Sultan tersebut direncanakan akan ditata ulang menjadi sebuah ikon baru bagi Indonesia, sejalan dengan arahan dari Presiden Prabowo Subianto.

Menteri Investasi dan Hilirisasi yang juga menjabat sebagai Chief Executive Officer (CEO) Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, menjelaskan bahwa pemerintah sedang menyusun rencana pengembangan menyeluruh untuk kawasan GBK. Rencana ini mencakup area bekas Hotel Sultan yang baru saja kembali dikelola oleh negara.

Menurut Rosan, konsep pengembangan kawasan tersebut tidak hanya terbatas pada pembangunan hotel, melainkan akan menjadi sebuah kawasan terpadu yang diharapkan dapat menjadi pusat aktivitas baru di Jakarta. Arahan Presiden Prabowo adalah menjadikan area ini sebagai ikon baru Indonesia yang mampu memberikan dampak ekonomi signifikan serta manfaat luas bagi masyarakat.

Rosan mengindikasikan bahwa Hotel Sultan berpotensi mengalami transformasi besar sebagai bagian dari proyek penataan kawasan GBK. Meskipun rincian pengembangan belum dapat disampaikan secara detail, ia menyatakan bahwa area tersebut pada akhirnya akan diubah menjadi sebuah kawasan baru yang terintegrasi dengan desain ulang kawasan GBK seluas kurang lebih 200 hektare.

Pengembangan ini merupakan bagian dari instruksi Presiden Prabowo agar kawasan eks Hotel Sultan disiapkan sebagai ikon baru Indonesia dengan konsep yang terintegrasi dengan keseluruhan kawasan GBK serta fasilitas pendukung lainnya. Pemerintah juga membuka peluang pengembangan kawasan yang berbasis olahraga dan pariwisata, mengingat lokasinya yang strategis dan terintegrasi dengan kompleks GBK. Rosan menegaskan bahwa GBK akan tetap menjadi pusat olahraga nasional, namun dengan peningkatan fasilitas untuk mencapai standar internasional.

Lebih lanjut, Rosan mengungkapkan bahwa pemerintah telah menyiapkan beberapa opsi pengelola untuk kawasan eks Hotel Sultan setelah proses pengambilalihan aset selesai. Pengelolaan kawasan tersebut berpotensi diserahkan kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di sektor pariwisata, seperti InJourney atau The Meru Sanur.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.