bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 13:53 WIB

Pendiri ESQ Nilai Program SEHATI BPJPH Dorong Ekonomi Halal Nasional

Redaksi 19 Juni 2026 10 views
Pendiri ESQ Nilai Program SEHATI BPJPH Dorong Ekonomi Halal Nasional
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Pendiri ESQ Corp, Ary Ginanjar Agustian, mengapresiasi Program Sertifikasi Halal Gratis (SEHATI) yang diselenggarakan oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH). Menurutnya, program ini telah memberikan dampak nyata dalam pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK) serta peningkatan kesejahteraan para pendamping proses produk halal (P3H) di seluruh Indonesia. Tercatat, lebih dari satu juta pelaku usaha telah merasakan manfaat program SEHATI sepanjang tahun 2026.

Ary Ginanjar menyampaikan bahwa keberhasilan BPJPH dalam memperkuat ekosistem halal nasional patut dipertahankan melalui kepemimpinan yang kuat, budaya organisasi yang sehat, dan pengelolaan talenta yang tepat. Ia berharap BPJPH terus menjaga semangat dan komitmennya, serta memiliki visi besar untuk menjadikan dirinya sebagai lokomotif menuju Indonesia Emas 2045.

Lebih lanjut, Ary mengapresiasi komitmen Presiden Prabowo Subianto dalam memperkuat ekosistem halal nasional melalui program SEHATI. Ia menyebutkan bahwa pemberian satu juta sertifikat halal gratis untuk pengusaha UMK merupakan pencapaian luar biasa. Ary juga menyoroti kontribusi rantai nilai halal (halal value chain) yang telah menyumbang hingga 27 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.

Kepala BPJPH, Ahmad Haikal Hasan, menegaskan bahwa produk halal kini menjadi instrumen strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menjelaskan bahwa konsep halal berfungsi sebagai mesin pendorong pertumbuhan ekonomi dengan memperkuat daya saing produk, memperluas akses pasar, dan meningkatkan kepercayaan konsumen baik di tingkat nasional maupun global. Kontribusi industri halal terhadap perekonomian nasional yang mencapai 27 persen dari PDB menunjukkan bahwa halal bukan sekadar urusan sertifikasi, melainkan bagian penting dari pembangunan ekonomi Indonesia.

Dalam pandangan global, berbagai negara maju memiliki perspektif positif terhadap industri halal. Amerika Serikat memandang halal sebagai simbol kesehatan, Korea Selatan mengaitkannya dengan standar kebersihan berlapis, China melihatnya sebagai peluang ekonomi, dan Inggris mengaitkannya dengan keberlanjutan lingkungan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.