bytedaily
Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:53 WIB

Peneliti China‑AS Rekonstruksi 3D Kuda Purba Equus ovodovi

Redaksi 13 September 2026 17 views
Peneliti China‑AS Rekonstruksi 3D Kuda Purba Equus ovodovi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Menurut laporan dari cnnindonesia.com, tim peneliti gabungan dari China dan Amerika Serikat berhasil menghasilkan rekonstruksi tiga dimensi (3D) lengkap dari Equus ovodovi, spesies kuda purba yang telah punah.

Rekonstruksi ini menjadi terobosan pertama yang memungkinkan visualisasi wajah hewan tersebut setelah lebih dari seratus tahun menjadi misteri bagi ilmuwan.

Presentasi model 3D dilakukan pada hari Kamis (10/9) oleh Universitas Jilin di timur laut China, bertepatan dengan momentum Tahun Kuda dalam zodiak China tahun 2026, sehingga menonjolkan kembali kerabat jauh keluarga kuda kepada publik.

Universitas Jilin menjelaskan bahwa laboratorium bioarkeologi mereka menggunakan data DNA purba serta analisis anatomi komparatif, bekerja sama dengan perusahaan asal Amerika Serikat, Evolutio LLC, untuk menghasilkan visualisasi tersebut.

Fosil Equus ovodovi diperkirakan berusia sekitar 40.000 tahun dan pertama kali ditemukan di sebuah gua di Siberia barat daya, Rusia, berupa serpihan rahang dan gigi tanpa tengkorak lengkap, sehingga penampilan aslinya sulit dipastikan selama lebih dari satu abad.

Pada tahun 2022, peneliti dari Universitas Jilin dan Northwest A&F University berhasil mengekstrak DNA berkualitas tinggi dari fosil itu. Data genetik tersebut kemudian dibandingkan dengan spesies hidup seperti keledai liar Asia dan kuda domestik dalam kolaborasi tahun 2026, yang memungkinkan tim merakit kerangka, otot, dan bentuk keseluruhan hewan.

Hasil studi menunjukkan bahwa Equus ovodovi merupakan cabang keempat yang independen dalam pohon keluarga kuda, sejajar dengan kuda, zebra, dan keledai, dan diperkirakan terpisah dari garis utama sekitar 2,7 hingga 2,3 juta tahun yang lalu. Secara genetik, spesies ini lebih dekat hubungannya dengan keledai dan zebra daripada dengan kuda domestik, serta diperkirakan bertahan hingga Zaman Perunggu sebelum punah.

Peneliti utama Cai Dawei dari Universitas Jilin menegaskan bahwa data genetik, bila digabungkan dengan bukti tulang dan bentuk tubuh, memungkinkan pemahaman menyeluruh tentang spesies yang telah punah ini, mulai dari kerangka hingga penampilan fisik.

Evolutio LLC menambahkan bahwa seluruh proses kerja didasarkan pada data ilmiah yang dapat diverifikasi, dan model 3D yang dihasilkan dapat dimanfaatkan untuk penelitian lebih lanjut maupun edukasi sains.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.