bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, para peneliti di University of California, Irvine (UCI) telah berhasil menciptakan sebuah alat medis implan yang menyerupai 'stop kontak' dan ditanam di bawah kulit manusia. Perangkat inovatif ini dirancang untuk mempermudah pengisian daya perangkat medis yang tertanam di dalam tubuh, sehingga menghilangkan kebutuhan akan prosedur operasi tambahan.
Alat yang diberi nama Implantable Bioelectronic Outlet (IBO) ini akan tersembunyi di bawah lapisan kulit dan hanya dapat diakses melalui penggunaan jarum suntik khusus. Akses ini diperlukan ketika dibutuhkan pengisian daya, perawatan, atau pengambilan data medis dari perangkat implan.
Riset yang dipimpin oleh Dion Khodagholy, seorang profesor teknik elektro dan ilmu komputer di UC Irvine, telah mempublikasikan hasil uji coba pada hewan dalam jurnal ilmiah Science Advances. Menurut Khodagholy, IBO mampu memberikan rangsangan secara efektif, seolah-olah menghubungkan kabel secara langsung. Ia menambahkan bahwa teknologi ini tidak hanya bermanfaat untuk tujuan diagnostik, tetapi juga berpotensi mendukung terapi yang memerlukan dosis rangsangan harian tertentu.
Perangkat IBO dikembangkan sebagai titik akses universal yang dapat kompatibel dengan berbagai jenis sensor, stimulator, neural interface, serta sistem bertenaga baterai yang umum digunakan dalam bidang medis. Komponen utamanya terdiri dari spons plastik lembut berukuran sekitar 150 mikrometer, yang dilapisi polimer penghantar listrik tinggi dan dibungkus karet silikon untuk perlindungan serta isolasi arus listrik.
Dalam pengujian pada hewan seperti mencit dan tikus, IBO berhasil dihubungkan dengan neural interface untuk mengisi daya baterai dan mentransfer data dengan kecepatan hingga 16 Mbps. Sementara itu, pada uji coba terpisah pada babi, perangkat ini mampu menyalurkan impuls listrik sebesar 20 mikroamper secara stabil. Struktur spons IBO terbukti tahan lama, bahkan setelah ditusuk jarum lebih dari 100 kali. Pada percobaan pada mencit, perangkat ini menunjukkan daya tahan selama satu tahun di dalam tubuh tanpa mengalami penurunan fungsi atau menimbulkan komplikasi.
Meskipun keamanan jangka panjang merupakan syarat krusial sebelum aplikasi pada manusia, Khodagholy optimis proses menuju produk nyata akan berjalan cepat. Hal ini dikarenakan bahan-bahan yang digunakan dalam IBO telah mendapat persetujuan FDA untuk implan jangka panjang. Saat ini, tim peneliti berkolaborasi dengan Advanced Research Projects Agency for Health (ARPA-H) untuk mengaplikasikan IBO pada transplantasi mata dan mengajukan izin Investigational Device Exemption ke FDA untuk uji coba pada manusia.