bytedaily
Senin, 24 Agustus 2026 - 14:53 WIB

Pengamat Perbankan Imbau Masyarakat Tetap Tenang Terkait Isu Pemblokiran Rekening

Redaksi 24 Agustus 2026 2 views
Pengamat Perbankan Imbau Masyarakat Tetap Tenang Terkait Isu Pemblokiran Rekening
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir dari ekonomi.republika.co.id, Pengamat Perbankan Paul Sutaryono mengimbau masyarakat untuk tidak resah menyikapi isu pemblokiran rekening yang melibatkan Bank Mandiri. Ia menekankan pentingnya mempercayakan penyelesaian masalah tersebut pada proses hukum dan sistem tata kelola perbankan yang ada.

Paul menjelaskan bahwa status Bank Mandiri sebagai perusahaan terbuka (Tbk) menempatkannya di bawah pengawasan berbagai pihak, yang berfungsi sebagai mekanisme akuntabilitas dan menjaga kepercayaan publik terhadap industri perbankan. Menurutnya, bank yang sudah go public memiliki lebih banyak pihak yang mengawasi aktivitas dan kebijakannya.

Lebih lanjut, Paul menyatakan bahwa Bank Mandiri memiliki dasar hukum dalam melakukan pemblokiran rekening nasabah, merujuk pada ketentuan yang berlaku dalam sistem perbankan mengenai pihak-pihak yang berwenang melakukan tindakan tersebut. Ia menegaskan bahwa setiap bank wajib mematuhi regulasi yang ada dalam menangani rekening nasabah sebagai bagian dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik (GCG) dan asas kepatuhan (compliance).

Di tengah sorotan publik terhadap kasus tersebut, Paul juga berpesan agar masyarakat tidak tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan yang bisa menimbulkan kekhawatiran berlebihan terhadap keamanan dana di bank. Ia meyakini bahwa masyarakat saat ini semakin cerdas dalam menyaring informasi dan tidak mudah terpengaruh oleh berita yang belum terverifikasi kebenarannya, sehingga tidak perlu mencemaskan terjadinya 'rush money'.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.