bytedaily - Dilansir dari jalopnik.com, penjualan mobil baru dengan harga faktur (invoice price) mungkin terdengar menguntungkan bagi pembeli, namun harga tersebut seringkali tidak mencerminkan biaya sebenarnya yang dikeluarkan dealer. Seorang mantan tenaga penjual mobil mengungkapkan bahwa kesepakatan harga faktur pada awalnya membuatnya frustrasi karena mengurangi keuntungan awal dealer, yang menjadi dasar sebagian gajinya. Meskipun demikian, ia tetap menerima komisi minimum untuk setiap transaksi.
Namun, ia kemudian menyadari adanya keuntungan dari 'back-end profit' yang berasal dari pembiayaan dan produk tambahan seperti garansi dan paket perlindungan. Oleh karena itu, kesepakatan harga faktur tidak selalu merugikan tenaga penjual, tergantung pada struktur kompensasi yang diterapkan dealer.
Pembeli juga perlu memahami bahwa produsen memberikan berbagai insentif kepada dealer, yang semakin mengurangi biaya riil mobil. Insentif ini meliputi 'holdback' (pengembalian dana dari produsen ke dealer setelah penjualan), dukungan pemasaran, dan bonus lainnya. Biaya dealer, yang bisa jadi fiktif atau sah, juga turut berperan dalam perhitungan akhir.
Mantan tenaga penjual tersebut menjelaskan bahwa ia selalu mendapatkan komisi minimum, yang dalam kasusnya adalah $100 per transaksi. Jumlah ini dianggap tidak terlalu buruk jika waktu yang dihabiskan bersama pelanggan singkat. Namun, jika proses negosiasi memakan waktu lama, angka tersebut bisa menjadi kurang menguntungkan. Di beberapa dealer, komisi minimum ini bahkan hanya $50.
Kesepakatan harga faktur seringkali dimanfaatkan untuk mencapai target penjualan bulanan atau kuartalan. Penjual mendapatkan bonus tambahan jika mencapai tingkatan penjualan tertentu. Misalnya, mencapai 20 unit penjualan dalam sebulan dapat menghasilkan bonus retroaktif untuk setiap mobil yang terjual pada periode tersebut. Bonus ini bervariasi, namun bisa berkisar antara $25 hingga $100 per mobil.
Meskipun komisi minimum tidak terlalu besar, pembelian dengan harga faktur ini menghasilkan komisi lain yang nilainya jauh melebihi angka tersebut. Jika dealer memfasilitasi pembiayaan, mereka menerima persentase dari biaya bunga pinjaman, dan tenaga penjual mendapatkan sebagian dari jumlah tersebut. Hal serupa berlaku untuk penjualan perpanjangan garansi atau paket perlindungan.
Harga faktur mencerminkan tagihan produsen kepada dealer untuk kendaraan, tetapi angka akhir ini belum tentu merupakan biaya final. Sebagian besar produsen menawarkan 'holdback', yaitu persentase kecil (biasanya 1%-3%) dari Harga Eceran yang Disarankan Pabrikan (MSRP) yang dikreditkan kembali kepada dealer setelah penjualan. Misalnya, holdback 3% untuk kendaraan seharga $40.000 menghasilkan keuntungan tersembunyi sebesar $1.200 bagi dealer. Jumlah holdback ini terkadang disebutkan dalam faktur dengan istilah seperti H/B atau HB.
Sumber asli: Artikel ini disadur dari publikasi jalopnik.com.