bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Peran Usaha Ultra Mikro Perempuan dalam Memperkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir

Redaksi 09 Agustus 2026 8 views
Peran Usaha Ultra Mikro Perempuan dalam Memperkuat Ekonomi Masyarakat Pesisir
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, penguatan ekonomi masyarakat pesisir tidak hanya bergantung pada penyediaan akses permodalan, namun juga memerlukan pendampingan usaha, peningkatan nilai tambah produk, penguatan kapasitas perempuan, serta akses pendidikan. Faktor-faktor ini sangat menentukan kemampuan keluarga ultra mikro dalam mengembangkan usaha dan meningkatkan kesejahteraan mereka.

Gambaran tersebut dapat diamati di Desa Watuagung, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Di kawasan Pulau Mengare yang kaya akan potensi perikanan, tambak, dan hasil laut, para perempuan aktif menggerakkan roda ekonomi keluarga melalui berbagai usaha berskala rumahan. Hal ini terlihat saat Menteri Koordinator Pemberdayaan Masyarakat, Muhaimin Iskandar, mengunjungi desa tersebut dan meninjau langsung aktivitas pelaku usaha ultra mikro serta upaya pemberdayaan yang dilakukan.

Desa Watuagung, yang dihuni oleh sekitar 3.000 penduduk, dengan 1.492 di antaranya adalah perempuan berdasarkan data BPS 2025, menunjukkan bahwa sekitar 60 persen masyarakatnya merupakan nasabah PNM Mekaar. Besarnya jumlah pelaku usaha ultra mikro ini mengindikasikan bahwa potensi ekonomi masyarakat pesisir, terutama yang digerakkan oleh perempuan, memainkan peran penting dalam menopang perekonomian keluarga dan lingkungan sekitarnya.

Potensi ekonomi Pulau Mengare selama ini berpusat pada sektor perikanan, pertambakan, perdagangan hasil laut, dan berbagai produk olahan. Tantangan yang dihadapi tidak hanya sebatas memperoleh modal, tetapi juga bagaimana mengembangkan potensi tersebut menjadi usaha yang produktif, berkelanjutan, dan memiliki nilai tambah.

Akses pembiayaan merupakan salah satu pintu masuk bagi pelaku usaha ultra mikro. Namun, akses modal ini perlu diiringi dengan pendampingan yang memadai agar para pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi, kualitas produk, serta memperluas jangkauan pasar mereka. Contoh nyata terlihat pada Lisminah, seorang perempuan yang meneruskan usaha pembuatan terasi secara turun-temurun. Dengan dukungan dari PNM Mekaar, usahanya mengalami peningkatan dalam kapasitas produksi, kualitas, hingga pemasarannya. Usaha yang awalnya hanya untuk memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga kini telah berkembang menjadi sumber penghasilan utama sekaligus menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar.

Kisah Lisminah menegaskan bahwa peningkatan skala usaha tidak semata-mata diukur dari bertambahnya pembiayaan. Pelaku usaha juga perlu fokus pada peningkatan produksi, perluasan pasar, perbaikan kualitas, pengurusan legalitas, pembangunan merek, serta penciptaan manfaat ekonomi bagi lingkungan sekitarnya. Untuk memperkuat kapasitas pelaku usaha, PNM menginisiasi pengembangan usaha melalui klasterisasi. Di Mengare, hasil laut tidak hanya dijual dalam bentuk mentah, melainkan diolah menjadi produk bernilai tambah. Pendampingan yang diberikan mencakup proses produksi, sertifikasi halal, legalitas, branding, hingga pengemasan, dengan harapan produk lokal dapat meningkatkan daya saing dan menjangkau pasar yang lebih luas.

Muhaimin Iskandar menilai bahwa pendekatan yang mengintegrasikan pembiayaan dan pemberdayaan sangat efektif dalam memperkuat ekonomi keluarga. Ia menyatakan, "Sangat efektif untuk membantu ekonomi keluarga dan saya mendapat kabar yang menggembirakan AO (account officer)-nya pun tulang punggung keluarga di sini yang juga sangat aktif." Menurutnya, penguatan ekonomi masyarakat tidak cukup hanya dengan menyediakan akses pembiayaan, melainkan juga memerlukan pendampingan agar usaha masyarakat dapat menjadi lebih produktif dan menghasilkan nilai ekonomi yang lebih tinggi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.