bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 19:46 WIB

Perjanjian Damai AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Dunia Turun

Redaksi 17 Juni 2026 9 views
Perjanjian Damai AS-Iran dan Pembukaan Selat Hormuz Dorong Harga Minyak Dunia Turun
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, harga minyak dunia dilaporkan mengalami penurunan signifikan, menyentuh kisaran US$70 per barel. Penurunan ini dipicu oleh pengumuman Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengenai rencana pembukaan kembali Selat Hormuz pada Jumat (19/6). Pembukaan kembali selat strategis ini merupakan imbas dari penandatanganan perjanjian damai antara AS dan Iran yang dijadwalkan di Swiss.

Menurut informasi dari cnnindonesia.com, harga minyak mentah jenis Brent tercatat turun US$4,21 atau 5,1 persen menjadi US$78,96 per barel pada Selasa (16/6). Sementara itu, harga minyak mentah jenis West Texas Intermediate (WTI) mengalami penurunan lebih dalam, yakni US$4,70 atau 5,8 persen, sehingga berada di level US$76,05 per barel. Level penutupan ini merupakan yang terendah bagi Brent sejak 2 Maret dan bagi WTI sejak 4 Maret.

Sebelumnya, pada 27 Februari, harga minyak Brent berada di level US$72,48 per barel dan WTI di US$67,02 per barel, sebelum eskalasi konflik AS-Iran pada 28 Februari.

Presiden Trump melalui media sosial Truth Social menyatakan bahwa pembukaan kembali Selat Hormuz akan difasilitasi untuk keperluan pembersihan ranjau setelah penandatanganan perjanjian pada Jumat. Ia menambahkan bahwa minyak akan kembali mengalir lancar dari kedua arah, baik untuk kawasan maupun dunia. Trump juga mengumumkan bahwa Selat Hormuz akan dibuka tanpa sistem pungutan bagi kapal yang melintas, dan sebagai bagian dari kesepakatan, AS akan mengakhiri blokade angkatan laut terhadap Iran.

Menurut informasi dari cnnindonesia.com, AS dan Iran secara resmi telah mencapai kesepakatan damai dan mengakhiri perang di Timur Tengah pada Minggu (14/6). Wakil Menteri Luar Negeri Iran untuk Urusan Hukum dan Internasional, Kazem Gharibabadi, mengonfirmasi bahwa teks nota kesepahaman (MoU) dengan AS telah selesai disusun dan akan ditandatangani secara resmi di Swiss pada Jumat (19/6). Gharibabadi menjelaskan bahwa MoU ini tidak hanya merupakan hasil diplomasi, tetapi juga pencapaian militer Iran. Iran berkomitmen untuk segera menghentikan peperangan di semua front, termasuk di negara-negara Teluk, serta mencabut blokade laut yang diberlakukan oleh Amerika Serikat terhadap Republik Islam Iran.

Kantor berita Iran, Mehr, melaporkan bahwa draf kesepakatan antara AS dan Iran terdiri dari 14 poin nota kesepahaman. Draf ini diperoleh dari sumber yang dekat dengan tim negosiasi Iran. Meskipun rincian resmi MoU belum dirilis, sumber Mehr menyebutkan beberapa poin penting dalam kesepakatan tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.