bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, penguatan ketahanan ekonomi nasional menjadi krusial di tengah meningkatnya ketidakpastian global yang dipicu oleh dinamika geopolitik, termasuk krisis di Timur Tengah. Pandangan ini mengemuka dalam diskusi Islamic Economic Outlook 2026 di Bappenas, Jakarta.
Direktur Pertahanan dan Keamanan Kementerian PPN/Bappenas, Erik Armundito, menyatakan bahwa stabilitas keamanan merupakan prasyarat utama untuk membangun kesejahteraan. Ia menyoroti risiko terhadap kedaulatan wilayah dan jalur perdagangan akibat dinamika geopolitik. Oleh karena itu, Indonesia perlu meningkatkan kapasitas antisipasi dan menyiapkan berbagai skenario kebijakan untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), penguatan industri pertahanan maritim, serta kesiapsiagaan menghadapi perang opini dan siber.
Sementara itu, Direktur Eksekutif Percepatan Program Ekonomi Prioritas Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Mochammad Firman Hidayat, menegaskan bahwa fundamental ekonomi Indonesia saat ini tetap sehat dan jauh dari krisis seperti pada 1998, meskipun terjadi volatilitas rupiah dan kenaikan harga akibat krisis global. Ia menekankan pentingnya strategi yang tepat dalam menghadapi tantangan global, termasuk identifikasi risiko dan diversifikasi pasar untuk komoditas nonmigas strategis seperti nafta dan sulfur, guna mengatasi gangguan rantai pasok.
Dari sudut pandang akademik, Dekan Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB University, Irfan Syauqi Beik, menilai penguatan fondasi ekonomi domestik harus berlandaskan pada paradigma pertumbuhan melalui pemerataan (growth through equity) dengan melibatkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai motor penggerak ekonomi. Ia juga menyoroti potensi instrumen ekonomi syariah, seperti optimalisasi industri halal global dan pemanfaatan aset wakaf untuk sukuk negara, sebagai solusi konkret dalam memperkuat fiskal.
Para panelis sepakat bahwa ketahanan nasional perlu dibangun melalui kebijakan yang adaptif dan inklusif. Sinergi antara penguatan keamanan, pemanfaatan keuangan syariah, dan mitigasi rantai pasok dianggap sebagai modal utama Indonesia dalam menghadapi tantangan global menuju Indonesia Emas 2045. Forum ini diharapkan dapat memberikan masukan bagi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan kebijakan yang memperkuat ketahanan ekonomi nasional.