bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Persebaya Surabaya yang dipimpin oleh pelatih asal Portugal, Bernardo Tavares, kini semakin mengandalkan pendekatan sport science untuk meningkatkan performa tim.
Menjelang pertandingan melawan PSIM Yogyakarta pada Minggu, 13 September, setelah laga tandang melawan Bhayangkara FC, tim melakukan pengukuran Body Composition serta Countermovement Jump (CMJ) untuk menilai kondisi pemain.
Pelatih fisik Persebaya, Diogo Carvalho, menjelaskan bahwa tes CMJ menjadi salah satu indikator utama untuk menilai kompetensi pemain dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. "Hasil tes CMJ memberi kami gambaran mengenai kondisi neuromuskular pemain, termasuk bagaimana tubuh mereka merespons pertandingan dan perjalanan panjang dari Lampung," ungkapnya.
Carvalho menambahkan, karena respons terhadap kelelahan dapat berbeda-beda antar pemain, pemantauan dilakukan secara individual. Ia menegaskan bahwa CMJ berguna untuk mengukur performa neuromuskular, khususnya kemampuan menghasilkan gaya dan daya dorong kaki.
Selain tes CMJ, Persebaya juga menganalisis data statistik pertandingan dan hasil GPS yang dipasang pada tubuh pemain untuk menentukan susunan tim menjelang laga. Semua temuan ilmiah tersebut dibahas bersama Tavares, kemudian dijadikan bahan pertimbangan dalam penyusunan strategi.
Tujuan akhir dari pendekatan ini, menurut Carvalho, adalah memastikan setiap pemain masuk ke pertandingan berikutnya dalam kondisi segar, telah pulih, dan siap menjalankan intensitas tinggi.