bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, antrean bahan bakar minyak (BBM) yang sempat terjadi di beberapa stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Sumatera Utara dipicu oleh kasus penipuan (fraud) yang melibatkan sopir armada distribusi. Wakil Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Oki Muraza, mengonfirmasi bahwa pasokan BBM tetap aman dan distribusi kini telah kembali normal.
Menurut Oki, gangguan distribusi terjadi setelah Pertamina memberikan sanksi kepada sejumlah pengemudi yang tidak mematuhi ketentuan. Tindakan ini merupakan bagian dari penanganan dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh perusahaan mitra distribusi Pertamina. Ia menegaskan bahwa tidak ada pemutusan hubungan kerja secara massal, melainkan hanya pemberian sanksi kepada sopir yang terbukti melanggar. Oki menambahkan bahwa distribusi BBM kini membaik berkat dukungan pengamanan dari TNI.
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, turut memastikan bahwa stok BBM nasional berada di atas standar minimum. Ia menyatakan bahwa persoalan di Sumatera Utara murni terkait masalah distribusi operasional, bukan kekurangan pasokan. Kepala BPH Migas, Wahyudi Anas, melaporkan bahwa antrean kendaraan di SPBU Medan dan Binjai telah terurai setelah pemerintah dan PT Pertamina Patra Niaga memperkuat distribusi. Untuk mempercepat pemulihan, Pertamina meningkatkan pasokan BBM ke SPBU hingga 120-125 persen dari target harian dan menambah armada distribusi bantuan.