bytedaily
Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:23 WIB

Pertamina Perkuat Pengembangan Panas Bumi Nasional di IIGCE 2026

Redaksi 22 Agustus 2026 3 views
Pertamina Perkuat Pengembangan Panas Bumi Nasional di IIGCE 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT Pertamina (Persero) menunjukkan komitmennya dalam mendukung transisi energi nasional melalui pengembangan energi bersih, khususnya panas bumi. Upaya ini diimplementasikan melalui berbagai strategi Pertamina Group yang mencakup pengembangan proyek baru, perluasan eksplorasi, hingga optimalisasi aset panas bumi yang sudah ada.

Pemerintah memandang energi panas bumi sebagai sumber energi strategis untuk memperkuat kedaulatan energi nasional. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam sambutannya di The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026 menyampaikan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah meminta pemerintah untuk mencari terobosan energi alternatif guna mengurangi ketergantungan pada energi impor, terutama dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik dan fluktuasi harga energi global.

Direktur Utama Pertamina, Simon Aloysius Mantiri, beserta jajaran turut hadir di IIGCE 2026 sebagai wujud dukungan Pertamina terhadap pengembangan panas bumi. Hal ini sejalan dengan strategi Pertamina dalam menjalankan bisnis energi berkelanjutan yang menyeimbangkan ketahanan energi, keterjangkauan, dan kelestarian lingkungan.

Simon menyatakan, "Pertamina terus mempercepat transformasi menuju bisnis energi rendah karbon dan berkomitmen memperluas pengembangan panas bumi geothermal untuk mendukung ketahanan energi nasional." Pernyataan ini disampaikan dalam keterangan tertulis pada Kamis, 20 Agustus 2026.

Dalam acara IIGCE 2026, Pertamina melalui PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE) menandatangani sejumlah kesepakatan strategis dan menerima penugasan eksplorasi panas bumi baru dari pemerintah. Salah satunya adalah penandatanganan dua Letter of Intent (LoI) antara PT PLN (Persero) dengan konsorsium PGE dan PT PLN Indonesia Power (PLN IP) untuk pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Ulubelu Bottoming Unit dan PLTP Lahendong Bottoming Unit.

Direktur Utama PGE, Ahmad Yani, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari upaya mengoptimalkan potensi pembangkit panas bumi yang telah beroperasi. Ia menambahkan, "Kami menyambut penandatanganan LOI ini dengan penuh optimisme. PLTP Ulubelu dan Lahendong selama ini telah berperan penting dalam penyediaan listrik di Lampung dan Sulawesi Utara." PGE meyakini penambahan unit yang dikembangkan bersama PLN IP akan menyediakan pasokan listrik yang bersih dan andal bagi lebih banyak rumah tangga, yang pada gilirannya akan mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.

Selain itu, PGE juga menerima Surat Keputusan (SK) Menteri ESDM mengenai Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi (PSPE) panas bumi di wilayah Cubadak Panti, Kabupaten Pasaman dan Pasaman Barat, Sumatra Barat. "Tanggung jawab ini menjadi komitmen PGE untuk terus mendukung target Net Zero Emission 2060 dan memperkuat ketahanan energi nasional," ujar Ahmad.

Ahmad menambahkan bahwa dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat, PGE akan melaksanakan mandat ini untuk mengubah potensi panas bumi Cubadak Panti menjadi manfaat yang berkelanjutan dan bernilai tambah bagi masyarakat. Pada IIGCE 2026, Pertamina melalui PGE juga meluncurkan buku berjudul Menjaga Masa Depan Energi Bangsa: 100 Tahun Panas Bumi Indonesia.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.