bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 22:10 WIB

Perusahaan AI Lakukan Pemusnahan Jutaan Buku Bekas untuk Pelatihan Model

Redaksi 11 Agustus 2026 6 views
Perusahaan AI Lakukan Pemusnahan Jutaan Buku Bekas untuk Pelatihan Model
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, sejumlah perusahaan pengembang kecerdasan buatan (AI) dilaporkan melakukan praktik pembelian dan pemusnahan jutaan buku bekas. Tindakan ini dilakukan dengan tujuan untuk melatih model AI mereka. Salah satu perusahaan yang melakukan hal ini adalah Anthropic, yang dikenal sebagai pengembang Claude.

Terungkapnya praktik ini berawal dari gugatan hukum yang diajukan oleh sekelompok penulis terhadap Anthropic pada pertengahan tahun lalu, yang kemudian diselesaikan secara damai dengan ganti rugi sebesar US$1,5 miliar pada Agustus tahun lalu. Dokumen-dokumen yang terungkap kemudian menunjukkan bahwa pimpinan Anthropic memandang buku sebagai sumber daya penting untuk mengajarkan AI cara menulis dengan baik, bukan sekadar meniru gaya bahasa internet yang dinilai berkualitas rendah.

Metode yang digunakan melibatkan pembelian jutaan buku bekas, pemindaian halaman-halamannya, lalu menghancurkannya. Praktik ini dinilai murah dan dianggap sah secara hukum dengan memanfaatkan doktrin penjualan pertama, yang memungkinkan pembeli untuk memperlakukan barang yang telah dibeli secara bebas. Dengan mengubah format dari kertas ke digital, tindakan ini dinilai sebagai penggunaan yang adil karena tidak melakukan pencetakan ulang atau distribusi ulang buku fisik, sehingga Anthropic terhindar dari kewajiban membayar royalti kepada penulis.

Proses pemusnahan dilakukan menggunakan mesin pemotong bertenaga hidraulik, diikuti dengan pemindaian menggunakan pemindai berkecepatan tinggi. Sisa-sisa buku yang telah hancur kemudian diserahkan kepada perusahaan daur ulang untuk menghindari kesan pemborosan.

Anthropic sendiri menyadari potensi dampak negatif praktik ini terhadap citra perusahaan, yang dapat menimbulkan persepsi bahwa teknologi AI merusak dunia seni. Dokumen internal perusahaan pada tahun 2024 menunjukkan kekhawatiran agar proyek ini tidak diketahui publik. Sebelumnya, Anthropic mengandalkan buku digital dan pada tahun 2021, salah satu pendirinya mengunduh jutaan buku dari situs LibGen. Meskipun perusahaan membantah penggunaan buku bajakan untuk model komersial, penggunaan buku bajakan tetap merupakan tindakan ilegal yang berujung pada penyelesaian ganti rugi.

Praktik serupa juga diungkapkan terkait dengan Meta milik Mark Zuckerberg, yang juga mengambil jutaan buku dari perpustakaan bayangan seperti LibGen. Tren ini dilaporkan semakin marak, bahkan platform seperti ISBNdb turut mengambil keuntungan dari lonjakan permintaan data AI.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.