bytedaily
Selasa, 18 Agustus 2026 - 07:19 WIB

Perusahaan IT Tingkatkan Adaptasi Teknologi Kecerdasan Buatan Hadapi Perubahan Industri

Redaksi 10 Agustus 2026 7 views
Perusahaan IT Tingkatkan Adaptasi Teknologi Kecerdasan Buatan Hadapi Perubahan Industri
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, perusahaan teknologi informasi (IT) gencar memperkuat kemampuan adaptasi untuk menghadapi pesatnya perkembangan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI). Perubahan industri yang sebelumnya memakan waktu bertahun-tahun kini dapat terjadi dalam hitungan bulan, sehingga menuntut perusahaan untuk meningkatkan kapabilitas teknologi dan sumber daya manusia.

Presiden Komisaris Metrocom, Indra Pattiasina, menjelaskan bahwa kecepatan perkembangan teknologi saat ini jauh melampaui masa lalu. Jika dulu perubahan signifikan terjadi dalam rentang lima hingga sepuluh tahun, kini inovasi baru bisa bermunculan setiap tahun, enam bulan, bahkan setiap bulan. Hal ini mencakup kemajuan dalam AI, cloud computing, data, hingga teknologi kuantum, yang semuanya perlu dipahami dan diantisipasi oleh perusahaan teknologi.

Indra menekankan pentingnya adaptasi yang berkelanjutan bagi seluruh karyawan, terutama generasi muda. Ia menyatakan bahwa belajar tanpa henti adalah keharusan untuk mengikuti dinamika industri. Kemampuan beradaptasi ini menjadi krusial karena perkembangan teknologi akan terus mentransformasi cara kerja perusahaan. Ia juga mengajak seluruh elemen perusahaan untuk berpartisipasi aktif dalam perubahan dan berkembang bersama MGS Group.

Lebih lanjut, Indra menegaskan bahwa kesuksesan perusahaan merupakan hasil kerja kolektif, bukan kontribusi individu semata. Sementara itu, Presiden Direktur Metrocom, Bobby Sangka, mengonfirmasi bahwa perubahan teknologi menjadi fokus utama perusahaan. Metrocom telah membentuk divisi khusus AI dan sedang mengembangkan berbagai produk berbasis teknologi ini untuk pasar.

Pemanfaatan AI juga telah diintegrasikan dalam operasional internal Metrocom, mencakup fungsi HR, keuangan, dan manajemen proyek. Bobby memprediksi adopsi AI akan semakin meluas karena potensinya dalam meningkatkan efisiensi dan kinerja perusahaan. Langkah adaptasi ini sejalan dengan strategi Metrocom dalam menghadapi persaingan industri teknologi.

Direktur Solution Delivery Metrocom, Refendi Panggabean, menambahkan bahwa perusahaan telah beberapa kali melakukan penyesuaian strategis saat menghadapi perubahan besar. Contohnya, selama pandemi COVID-19, Metrocom mengalihkan fokus dari infrastruktur ke keamanan siber, dan kini bersiap menghadapi era AI. Persiapan ini tidak hanya meliputi pengembangan solusi, tetapi juga penguatan sumber daya manusia melalui perekrutan talenta muda, termasuk Gen Z, yang dianggap lebih relevan dengan perkembangan teknologi terkini.

Refendi menyatakan bahwa upaya adaptasi ini bertujuan untuk terus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan. Perjalanan Metrocom yang didirikan pada tahun 1998 telah membuktikan kemampuannya dalam menghadapi berbagai tantangan industri, mulai dari krisis ekonomi, revolusi teknologi informasi, pandemi COVID-19, hingga kini memasuki era kecerdasan buatan.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.