bytedaily
Minggu, 05 Juli 2026 - 09:00 WIB

Piala Dunia 2026 Belum Dongkrak Pariwisata AS, Pemesanan Hotel dan Pesawat Loyo

Redaksi 13 Juni 2026 13 views
Piala Dunia 2026 Belum Dongkrak Pariwisata AS, Pemesanan Hotel dan Pesawat Loyo
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, industri pariwisata Amerika Serikat belum menunjukkan peningkatan signifikan dari penyelenggaraan Piala Dunia 2026. Tingginya harga tiket pertandingan, biaya perjalanan yang mahal, serta kendala visa disebut menjadi faktor utama rendahnya pemesanan hotel dan penerbangan ke kota-kota penyelenggara.

Beberapa hotel bahkan dilaporkan menurunkan tarif kamar karena jumlah suporter yang datang diperkirakan lebih sedikit dari perkiraan awal. Data dari perusahaan analisis penerbangan Cirium menunjukkan adanya penurunan rata-rata 3,8 persen dalam pemesanan penerbangan dari Eropa ke kota-kota tuan rumah pada periode Juni-Juli dibandingkan tahun sebelumnya. Penurunan yang lebih drastis terjadi untuk penerbangan menuju New York, lokasi final, yang anjlok 15,8 persen secara tahunan.

CEO Hotel Association of New York City, Vijay Dandapani, menyatakan bahwa kondisi ini jauh di bawah ekspektasi para pelaku industri. Asosiasi hotel di New York telah merevisi proyeksi pendapatan kamar terkait Piala Dunia hingga 60 persen, menjadi sekitar US$60 juta atau sekitar Rp1,07 triliun. Perkiraan jumlah suporter yang datang ke New York juga direvisi dari 1,2 juta menjadi sekitar 500 ribu pengunjung.

Tingkat pemesanan hotel di seluruh kota tuan rumah secara keseluruhan hanya naik 0,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, menurut data CoStar. Situasi ini mendorong beberapa hotel, seperti New York Hilton Midtown, untuk memangkas tarif kamar hingga setengahnya dari harga Desember lalu, menjadi sekitar US$415 per malam.

Analis menilai tingginya biaya menjadi penyebab utama lesunya minat suporter. Selain harga tiket pesawat dan hotel, harga tiket pertandingan juga melonjak akibat penerapan harga dinamis oleh FIFA dan penjualan kembali tiket tanpa batasan harga. Harga tiket termurah di kota seperti New York dan Miami dilaporkan mendekati US$1.000.

Selain faktor biaya, suporter internasional juga menghadapi kendala visa dan kompleksitas perjalanan karena pertandingan tersebar di 16 kota di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Di sisi lain, sektor penyewaan rumah jangka pendek melalui Airbnb justru mencatat kinerja yang lebih baik, didorong oleh wisatawan yang mencari alternatif akomodasi yang lebih terjangkau.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.