bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Piala Dunia 2026 menjadi kesempatan bagi tim nasional Jerman untuk menebus kegagalan dan rasa malu yang dialami dalam dua edisi sebelumnya. Pelatih Julian Nagelsmann ditugaskan untuk membuktikan bahwa Jerman, yang pernah meraih empat gelar Piala Dunia, tidak lagi menjadi tim yang mudah dikalahkan.
Sejarah mencatat bahwa Jerman, yang identik dengan kekuatan dan keanggunan, mengalami keterpurukan di Piala Dunia 2018 di Rusia. Sebagai juara bertahan, mereka tersingkir di fase grup setelah menduduki juru kunci Grup F.
Empat tahun kemudian, di Qatar 2022, cerita serupa terulang. Jerman kembali gagal melaju dari fase grup. Dalam tiga pertandingan, mereka hanya mampu meraih satu kemenangan melawan Kosta Rika, satu hasil imbang melawan Spanyol, dan menelan kekalahan dari Jepang. Hasil ini menempatkan mereka di peringkat ketiga Grup E.
Kala itu, Hansi Flick memimpin tim dan menghadapi kritik terkait taktik yang kaku, regenerasi pemain yang kurang optimal, serta pengaruh euforia dari kesuksesan Piala Dunia 2014. Setelah kegagalan di Qatar, Flick mengundurkan diri dan Federasi Sepak Bola Jerman (DFB) menunjuk Julian Nagelsmann pada tahun 2023 untuk membangun kembali tim.
Nagelsmann, yang dikenal sebagai pelatih muda di Eropa, membawa perubahan positif dengan membentuk identitas permainan yang lebih fleksibel dan adaptif, serta memaksimalkan potensi generasi muda Jerman. Dalam 33 pertandingan di bawah asuhannya, Jerman mencatat 21 kemenangan, 6 imbang, dan 6 kekalahan, menunjukkan adanya perbaikan yang signifikan.
Perjalanan Jerman di kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Eropa juga terbilang mulus. Setelah kekalahan di laga pembuka melawan Slovakia pada September 2025, mereka berhasil memenangkan sembilan pertandingan berikutnya dan mengunci posisi puncak Grup A dengan 15 poin. Hasil ini menjadi indikasi kuat bahwa Jerman berada dalam performa terbaiknya.
Meskipun demikian, Piala Dunia 2026 juga menjadi ajang pembuktian bagi Nagelsmann. Di Piala Eropa 2024, Jerman terhenti di perempat final, dan di UEFA Nations League 2025, mereka mencapai semifinal. Pencapaian tersebut menunjukkan kemajuan, namun juga menegaskan bahwa jalan menuju gelar juara masih memerlukan konsistensi lebih.
Persiapan pra-Piala Dunia 2026 juga berjalan positif dengan kemenangan atas Finlandia dan Amerika Serikat dalam laga uji coba. Komposisi skuad Jerman dinilai lengkap, memadukan pemain muda berbakat dengan pemain berpengalaman. Posisi penyerang tengah (nomor 9), yang sempat menjadi masalah, mulai teratasi dengan performa Kai Havertz, Nick Woltemade, dan munculnya nama Deniz Undav.