bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, perusahaan pialang berjangka menekankan pentingnya pemahaman mendalam mengenai mekanisme dan risiko transaksi seiring dengan pertumbuhan aktivitas perdagangan berjangka. Edukasi dianggap krusial agar masyarakat tidak hanya fokus pada potensi keuntungan, tetapi juga menyadari dan memahami risiko yang ada sebelum membuat keputusan investasi.
Menurut Yadi Supriyadi, Komisaris Utama DIDIMAX, pertumbuhan aktivitas perdagangan harus diiringi dengan penguatan ekosistem yang sehat dan berkelanjutan. Perusahaan secara berkelanjutan memperkuat aspek edukasi, dukungan nasabah, teknologi perdagangan, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.
Yadi menjelaskan bahwa masyarakat perlu memahami karakteristik perdagangan berjangka, termasuk mekanisme perdagangan, pengelolaan risiko, dan faktor-faktor yang memengaruhi pergerakan pasar. Perkembangan teknologi dan tuntutan akan akses informasi serta layanan digital mendorong pelaku industri untuk terus beradaptasi melalui pengembangan teknologi perdagangan dan peningkatan kualitas layanan.
Lebih lanjut, Yadi menegaskan bahwa edukasi berperan penting dalam membentuk pemahaman masyarakat mengenai karakteristik perdagangan berjangka. Hal ini memastikan bahwa keputusan perdagangan tidak semata-mata didasarkan pada peluang keuntungan, melainkan juga mempertimbangkan secara cermat potensi risikonya.
Komitmen DIDIMAX dalam hal ini tercermin dari penghargaan yang diraihnya. Perusahaan memperoleh Top Achiever Award 2025 dari Jakarta Futures Exchange (JFX) untuk kategori Highest Exchange Traded Volume, dan pada tahun 2026 kembali meraih Juara 1 Top Achiever Awards dari Kliring Berjangka Indonesia (KBI) untuk kategori yang sama. Yadi menyatakan bahwa penghargaan ini menjadi pengingat akan tanggung jawab perusahaan untuk terus meningkatkan kualitas layanan dan menjaga kepercayaan nasabah.