bytedaily
Jumat, 03 Juli 2026 - 20:55 WIB

PJT II Perkuat Pasokan Air Irigasi Antisipasi Puncak Kemarau Agustus 2026

Redaksi 25 Juni 2026 12 views
PJT II Perkuat Pasokan Air Irigasi Antisipasi Puncak Kemarau Agustus 2026
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Perum Jasa Tirta II (PJT II) tengah meningkatkan upaya antisipasi untuk menjamin ketersediaan air irigasi menghadapi puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus 2026. Langkah ini bertujuan untuk memastikan kelangsungan aktivitas pertanian di wilayah Pantura Jawa Barat dan berkontribusi pada produksi pangan nasional.

Berdasarkan informasi prakiraan musim dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika per Juni 2026, mayoritas wilayah Indonesia diperkirakan akan mencapai puncak musim kemarau pada bulan Agustus. Kondisi ini mendorong PJT II untuk mempererat koordinasi dan manajemen distribusi air di Daerah Irigasi (D.I.) Jatiluhur, yang memegang peranan krusial dalam produksi pangan nasional.

Sebagai pengelola sumber daya air nasional yang strategis, PJT II secara berkala mengadakan diskusi dengan Tim Koordinasi Operasi Sumber Daya Air (TKOSDA). Rapat ini melibatkan berbagai unit wilayah dan unit pembangkit listrik tenaga air untuk memastikan pasokan air tetap terjaga di area pertanian yang meliputi Kabupaten Purwakarta, Karawang, Bekasi, Subang, hingga Indramayu.

Direktur Utama PJT II, Imam Santoso, menekankan pentingnya perencanaan pengelolaan air dalam menjaga produktivitas pertanian, khususnya saat musim kemarau. Ia menyatakan bahwa ketahanan pangan sangat erat kaitannya dengan ketahanan air, sehingga PJT II terus berupaya melakukan langkah antisipatif dan pengelolaan yang terukur demi memenuhi kebutuhan air irigasi.

Data PJT II mencatat realisasi penyediaan air irigasi di D.I. Jatiluhur pada Mei 2026 sebesar 231,33 meter kubik per detik, melebihi target alokasi yang ditetapkan sebesar 185,52 meter kubik per detik. Dari jumlah tersebut, PJT II menyalurkan 177,35 meter kubik per detik untuk melayani Saluran Tarum Barat, Saluran Tarum Utara, Saluran Tarum Timur, dan Sungai Cikao, yang turut mendukung pelaksanaan Musim Tanam II 2026.

Hingga Mei 2026, progres tanam di D.I. Jatiluhur tercatat mencapai hampir 30 persen dari target 211.541,90 hektare. Sementara itu, di D.I. Selatan Jatiluhur, capaian tanam telah mencapai 93 persen dari target 28.099 hektare.

Imam Santoso menambahkan bahwa D.I. Jatiluhur memiliki peran vital dalam mendukung program swasembada pangan nasional. PJT II berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan air guna menopang produksi pangan dan kesejahteraan masyarakat.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.