bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, PT PLN (Persero) telah berhasil memulihkan 100 persen jaringan listrik yang terdampak oleh gempa bumi bermagnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Senin, 16 Juni 2026. Vice President Pengendalian Distribusi Sulmapana PLN, Eko Prihandana, menyatakan bahwa percepatan pemulihan ini berjalan lancar berkat kerja sama tim di lapangan.
Jaringan yang mengalami gangguan meliputi tiga unit penyulang, 15 unit jaringan section, dan 651 gardu yang kini telah pulih sepenuhnya. Akibatnya, sebanyak 68.459 pelanggan PLN kini telah kembali menikmati pasokan listrik pascagempa. Lima wilayah di Sulawesi Tengah, yaitu Kota Palu, Kabupaten Donggala, Parigi Moutong, Sigi, dan Poso, sempat mengalami pemadaman listrik akibat bencana alam tersebut. Unit Layanan Pelanggan (ULP) di Kota Palu, Kamonji, Tawaeli, Donggala, Tambu, dan Parigi turut terdampak.
Eko Prihandana menambahkan bahwa PLN berkomitmen untuk menjaga keandalan pasokan listrik selama masa tanggap darurat demi kelancaran aktivitas masyarakat. Pemantauan ketat oleh petugas lapangan terus dilakukan untuk memastikan pasokan listrik optimal. Selain fokus pada pemulihan jaringan, PLN juga memberikan bantuan kemanusiaan kepada korban gempa di Kabupaten Sigi, yang merupakan salah satu daerah paling parah terdampak.
Bantuan tersebut disalurkan ke berbagai posko darurat dan fasilitas kesehatan, termasuk Posko Kecamatan Nokilalaki, Puskesmas Palolo, Puskesmas Nokilalaki, serta Posko Siaga Kelistrikan Kantor Jaga Palolo. Logistik yang diberikan mencakup air mineral, beras, ikan kaleng, obat-obatan, tandon air bersih, perlengkapan lainnya, serta bantuan penerangan darurat. Data dari BPBD Sigi per Sabtu, 20 Juni 2026, mencatat 2.335 rumah mengalami kerusakan, terdiri dari rusak ringan (1.955 unit), rusak sedang (226 unit), dan rusak berat (154 unit). Total korban dan terdampak mencapai 8.586 jiwa dari 2.775 kepala keluarga, dengan 17 orang luka berat, 108 orang luka ringan, dan tiga orang meninggal dunia.