bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, PT PLN (Persero) gencar melakukan penguatan kompetensi sumber daya manusia (SDM) guna menunjang keandalan sistem kelistrikan nasional. Fokus utama penguatan ini adalah melalui pelatihan bagi operator pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang menggunakan teknologi Ultra Super Critical (USC). Inisiatif ini diambil sebagai respons terhadap perkembangan teknologi pembangkit yang kian canggih, sehingga menuntut para operator memiliki keahlian yang lebih spesifik.
Kegiatan workshop bertajuk 'Pengoperasian PLTU Batubara Tipe Ultra Super Critical (USC)' telah diselenggarakan oleh PLN Pusat Pendidikan dan Pelatihan (PLN Pusdiklat) melalui PLN Unit Pendidikan dan Pelatihan (UPDL) Suralaya. Acara ini berlangsung pada 10 hingga 12 Juni 2026 di PLTU Jawa 7, Serang, Banten. Pelatihan ini merupakan bagian integral dari strategi PLN untuk meningkatkan kemampuan operator agar sanggup mengoperasikan pembangkit berteknologi tinggi dengan standar keamanan, efisiensi, dan keandalan yang optimal.
General Manager PLN Pusdiklat, Y Endah Cahyaningrum, menjelaskan bahwa pembelajaran yang memanfaatkan simulator menjadi salah satu metode efektif untuk memperkuat kompetensi operator pembangkit. "PLN Pusdiklat terus mendorong pembelajaran yang tidak hanya berbasis teori, tetapi juga memberikan pengalaman praktik melalui simulasi yang mendekati kondisi aktual. Dengan pemanfaatan simulator, peserta dapat memahami proses operasi, melatih respons terhadap berbagai skenario, serta memperkuat disiplin operasi dan budaya keselamatan kerja," ujar Endah dalam siaran pers, Jumat (26/7/2026).
Workshop ini membekali para peserta dengan pemahaman mendalam mengenai karakteristik once-through boiler, siklus uap USC, filosofi kontrol, parameter kritis operasi, serta pengendalian sistem boiler, turbin, generator, dan Balance of Plant. Selain materi teoritis, para peserta juga terlibat dalam sesi praktik menggunakan Operator Training Simulator (OTS). Melalui simulator ini, berbagai kondisi operasi pembangkit disimulasikan, mulai dari proses start-up, load raising, operasi normal, penanganan gangguan dasar, hingga proses shutdown yang sesuai dengan prosedur keselamatan.
Endah menambahkan bahwa metode pembelajaran berbasis simulator memberikan kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan pengalaman yang lebih komprehensif tanpa mengganggu operasional pembangkit yang sesungguhnya. Pendekatan ini juga dinilai mampu meningkatkan kesiapan operator dalam menghadapi beragam skenario operasional di lapangan. Pelaksanaan workshop di PLTU Jawa 7 secara langsung memberikan pengalaman belajar di lingkungan pembangkit berteknologi Ultra Super Critical, sehingga peserta dapat lebih memahami sistem operasi pembangkit modern secara mendalam.
Melalui penyelenggaraan pelatihan ini, PLN menaruh harapan besar untuk melahirkan operator yang tidak hanya menguasai prinsip dasar teknologi USC, tetapi juga mampu mengimplementasikan prosedur operasi secara tepat dan menjunjung tinggi budaya keselamatan kerja. Penguatan kompetensi SDM ini diharapkan dapat berkontribusi pada peningkatan keandalan pembangkit serta mendukung ketahanan energi nasional di tengah lonjakan kebutuhan listrik.