bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:10 WIB

Presiden China Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Tekankan Fokus Pengembangan AI

Redaksi 14 Juli 2026 17 views
Presiden China Xi Jinping Hadiri WAIC 2026, Tekankan Fokus Pengembangan AI
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Presiden China Xi Jinping dijadwalkan akan membuka secara langsung upacara pembukaan World Artificial Intelligence Conference (WAIC) 2026 di Shanghai. Kehadiran orang nomor satu di China ini menjadi sinyal kuat bahwa negara tersebut memprioritaskan pengembangan kecerdasan buatan (AI) secara serius.

WAIC 2026 akan dilaksanakan selama empat hari, mulai Jumat (17/7) hingga Senin (20/7). Ini merupakan kali pertama Xi Jinping hadir dalam konferensi tahunan yang telah diselenggarakan sejak 2018. Sebelumnya, dalam gelaran perdana WAIC, Xi hanya mengirimkan surat ucapan selamat. Pada tahun 2024 dan 2025, Perdana Menteri Li Qiang yang mewakili hadir dalam upacara pembukaan.

Langkah ini menunjukkan peningkatan prioritas Beijing terhadap teknologi AI sebagai upaya mendongkrak pertumbuhan ekonomi, memperkuat daya saing teknologi, serta berperan dalam penentuan standar global di bidang AI. Konferensi ini juga akan dibarengi dengan pertemuan tingkat tinggi mengenai tata kelola AI global, yang akan menghadirkan lebih dari 140 forum, 1.400 tamu undangan, 1.100 peserta, dan lebih dari 300 produk yang akan diperkenalkan untuk pertama kalinya.

Pentingnya AI bagi China juga tercermin dari pernyataan Xi Jinping saat mengunjungi pusat inkubator startup di Shanghai pada 2025. Ia menekankan bahwa AI memasuki era perkembangan masif dan mendesak Shanghai untuk memimpin dalam pengembangan serta tata kelolanya. Laporan kerja pemerintah China tahun 2026 juga menggarisbawahi perlunya pembentukan format ekonomi cerdas baru, ekspansi program AI+, percepatan komersialisasi AI, dan penguatan regulasi teknologi tersebut.

China juga berupaya meningkatkan perannya dalam perumusan aturan AI internasional. Xi Jinping telah mengajukan Inisiatif Tata Kelola AI Global pada tahun 2023. Konferensi WAIC tahun lalu telah menghasilkan rencana aksi tata kelola AI global dan usulan China untuk mendirikan Organisasi Kerja Sama AI Dunia.

Perhatian politik yang meningkat ini sejalan dengan performa model AI buatan China yang semakin kompetitif dan mulai mengurangi kesenjangan dengan para pesaingnya di Amerika Serikat. Laporan dari OpenRouter, sebuah platform AS, menunjukkan bahwa model AI dari China berhasil meningkatkan pangsa tokennya. Contohnya, pangsa pasar DeepSeek melonjak hampir dua kali lipat dari 9 persen di awal tahun menjadi 18 persen pada awal Juni. AI Index 2026 dari Stanford University juga mencatat bahwa kesenjangan performa antara model unggulan AS dan China menyusut menjadi hanya 2,7 persen pada Maret lalu.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.