bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 22:37 WIB

Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara untuk Audit Dapur dan Perbaikan Data

Redaksi 16 Juni 2026 12 views
Program Makan Bergizi Gratis Dihentikan Sementara untuk Audit Dapur dan Perbaikan Data
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Badan Gizi Nasional (BGN) akan menghentikan sementara penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama periode libur sekolah. Penghentian ini bertujuan untuk melakukan audit menyeluruh terhadap dapur-dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang terlibat dalam program tersebut.

Wakil Kepala BGN, Agustina Arumsari, menyatakan bahwa masa libur sekolah akan dimanfaatkan untuk membenahi berbagai aspek pelaksanaan program. Perbaikan ini mencakup kualitas dapur, validasi data penerima manfaat, hingga tata kelola internal lembaga. Audit dapur akan dilakukan untuk memastikan standar kebersihan dan alur memasak yang baik, yang dinilai berpengaruh langsung terhadap kualitas makanan yang disajikan.

Selain audit dapur, BGN juga sedang memperbaiki sistem data penerima manfaat. Validitas data menjadi salah satu fokus perbaikan agar kebijakan yang diambil lebih tepat sasaran. Untuk mendukung hal ini, BGN meningkatkan koordinasi dengan kementerian dan lembaga lain yang memiliki basis data terkait kelompok sasaran.

Dalam rangka penajaman sasaran penerima manfaat, BGN melakukan evaluasi terhadap jumlah penerima MBG. Berdasarkan simulasi awal, pemerintah mempertimbangkan pengurangan sekitar 8 juta penerima manfaat. Kelompok yang berpotensi tidak lagi menjadi prioritas adalah siswa sekolah menengah atas (SMA) dari keluarga mampu. Agustina mencontohkan siswa SMA dari keluarga dengan uang saku tinggi tidak lagi memerlukan program MBG.

Langkah ini ditegaskan bukan untuk menghilangkan tujuan program, melainkan agar intervensi gizi lebih terfokus pada kelompok yang paling membutuhkan, seperti ibu hamil, ibu menyusui, balita, dan anak usia dini. Refocusing penerima manfaat ini juga berpotensi menurunkan kebutuhan anggaran program ke depan. Pagu indikatif MBG 2027 sebesar Rp270,2 triliun untuk 81,5 juta penerima manfaat diperkirakan akan berkurang seiring proses evaluasi yang sedang berlangsung, meskipun pemerintah masih menghitung berbagai skenario efisiensi tanpa mengurangi tujuan utama program.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.