bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia meresmikan operasional proyek Gas JNE#6 dan Fasilitas Produksi Lapangan Maha-South Hub. Proyek tersebut ditargetkan menambah produksi gas sekitar 290 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD).
Sebanyak 60 MMSCFD gas dari Sumur Jangkrik North East #6 (JNE#6) dialirkan ke fasilitas pemrosesan terapung (Floating Production Unit/FPU) Jangkrik. Sementara itu, dua sumur gas di Lapangan Maha direncanakan memasok 230 MMSCFD mulai akhir Oktober 2026.
Produksi FPU Jangkrik saat ini berkisar 550 MMSCFD. Bahlil memperkirakan kapasitasnya dapat meningkat menjadi 700–750 MMSCFD setelah peresmian proyek tersebut.
Bahlil juga menyebut potensi pengembangan blok lain oleh ENI, termasuk sumur Geliga-1 di Blok Ganal, lepas pantai Kalimantan Timur. Ia menyampaikan proyeksi total produksi gas Indonesia sekitar 3.000 MMSCFD pada 2028–2029, sedangkan produksi kondensat diperkirakan sekitar 130 ribu barel per hari.
Proyek yang digarap ENI dan Searah itu memiliki nilai investasi sekitar 840 juta dolar AS. Pengembangan Lapangan Maha mencakup cadangan gas 438 miliar kaki kubik standar (BSCF), dua sumur produksi, yaitu Maha-3 dan Maha-4, serta sistem produksi bawah laut (Subsea Production System/SPS).