bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tercatat menguat tipis 4,7 poin atau 0,08 persen ke level 6.177 pada penutupan perdagangan Jumat (19/6). Sepanjang pekan lalu, IHSG menunjukkan performa positif dengan kenaikan mencapai 4,95 persen, meskipun sempat mengalami penguatan dan pelemahan di beberapa hari perdagangan.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI) yang disampaikan Sekretaris Perusahaan Kautsar Primadi Nurahmad, periode 15-19 Juni 2026 menunjukkan pergerakan perdagangan saham yang bervariasi. Kapitalisasi pasar bursa tercatat meningkat 2,51 persen menjadi Rp10.788 triliun. Namun, rata-rata volume transaksi harian mengalami penurunan 5,83 persen menjadi 34,03 miliar lembar saham. Rata-rata nilai transaksi harian juga terkoreksi 1,02 persen menjadi Rp24,81 triliun, sejalan dengan penurunan rata-rata frekuensi transaksi harian sebesar 10,33 persen.
Dalam catatan perdagangan Jumat (19/6), investor asing mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp3,19 triliun. Secara akumulatif sepanjang tahun 2026, investor asing telah mencatatkan nilai jual bersih sebesar Rp68,25 triliun.
Menatap pekan mendatang, VP Equity Retail Kiwoom Sekuritas Indonesia, Oktavianus Audi, memperkirakan pergerakan IHSG pada Senin (22/6) akan bersifat mixed dengan potensi penguatan terbatas dalam rentang 6.000 hingga 6.260. Ia mengemukakan bahwa pasar akan mencermati perkembangan negosiasi antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta dampaknya terhadap rantai pasok energi global. Penguatan dolar AS dan jadwal ex-date emiten dengan dividen menarik juga diprediksi akan memengaruhi pergerakan investor.
Lebih lanjut, Oktavianus menjelaskan bahwa pergerakan pasar akan dipengaruhi oleh tiga sentimen utama. Pertama, penundaan kesepakatan AS-Iran yang semula dijadwalkan Jumat lalu di Swiss, kini dijadwalkan ulang dalam 60 hari ke depan. Potensi respons negatif pasar dapat terjadi jika penandatanganan ini gagal dan Selat Hormuz ditutup kembali. Kedua, penguatan indeks dolar AS ke level tertinggi dalam setahun terakhir berpotensi mendorong aksi investor asing. Ketiga, sentimen dividen dengan yield tinggi dari emiten seperti PT Bukit Asam Tbk (PTBA) dengan yield 4,5 persen, PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) 5,1 persen, dan PT Midi Utama Indonesia Tbk (MDIY) 2,1 persen yang memasuki jadwal ex-date.
Berdasarkan analisis teknikal, Oktavianus merekomendasikan beberapa saham untuk dikoleksi. Saham PT Solusi Sinergi Digital Tbk (WIFI) yang ditutup menguat 2,40 persen ke Rp1.750 pada pekan lalu, diproyeksikan dapat mencapai Rp1.950 pekan ini. Selain itu, saham PT Hanjaya Mandala Sampoerna Tbk (HMSP) yang menguat 8,40 persen ke Rp645 pekan lalu, diprediksi dapat menyentuh level Rp715 pada pekan ini. Oktavianus juga merekomendasikan saham PT Perusahaan Perkebunan Londo.