bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi memiliki peluang untuk menguat pada perdagangan Selasa (18/8).
Analis Teknikal MNC Sekuritas, Herditya Wicaksana, mengemukakan bahwa IHSG berpotensi bergerak dalam dua skenario. Skenario terbaik memperkirakan penguatan lebih lanjut, sementara skenario terburuk membuka kemungkinan terjadinya koreksi.
Dalam skenario optimal, Herditya memperkirakan IHSG dapat mencapai rentang 6.440 hingga 6.544. Namun, jika skenario terburuk yang terjadi, indeks saham berisiko mengalami koreksi ke kisaran 5.890-6.192 untuk membentuk gelombang (b).
Herditya memproyeksikan level support IHSG berada di 6.201, 6.029, dan level resistance di 6.454, 6.599. Ia juga merekomendasikan saham AADI, ANTM, PGAS, VKTR, dan XMIG.
Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas, Ivan Rosanova, melihat bahwa indeks saham masih memiliki potensi untuk melanjutkan tren penguatannya menuju level 6.545. Proyeksi ini didasarkan pada penguatan yang terjadi pada Jumat sebelumnya dan mendekati level resistance internal di 6.422.
Ivan menjelaskan bahwa jika IHSG mampu menembus level 6.422, ada peluang untuk kenaikan lebih lanjut ke 6.545. Namun, jika indeks tertahan di bawah level tersebut, IHSG berpotensi bergerak konsolidasi atau bahkan terkoreksi.
Prediksi level support dari Ivan adalah 6.194, 6.092, 6.025, dan 5.887, sementara level resistance diprediksi berada di 6.422, 6.545, 6.700, dan 6.835. Ivan merekomendasikan saham ASII, BBNI, dan PGAS.
Sebelumnya, IHSG ditutup pada level 6.401 pada perdagangan Jumat (14/8), menunjukkan penguatan sebesar 100,12 poin atau 1,59 persen dibandingkan hari sebelumnya. Data dari RTI Infokom mencatat transaksi senilai Rp12,44 triliun dengan 32,45 miliar saham diperdagangkan melalui 1,75 juta frekuensi transaksi. Pada penutupan pekan lalu, 334 saham menguat, 268 saham terkoreksi, dan 191 saham stagnan.