bytedaily
Senin, 17 Agustus 2026 - 19:20 WIB

PSM Makassar Perkuat Lini Tengah dengan Gelandang Belanda Keturunan Toraja-Maluku, Navarone Foor

Redaksi 13 Agustus 2026 5 views
PSM Makassar Perkuat Lini Tengah dengan Gelandang Belanda Keturunan Toraja-Maluku, Navarone Foor
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PSM Makassar pada Kamis (13/8) siang mengumumkan secara resmi kedatangan pemain gelandang asal Belanda yang memiliki darah Toraja-Maluku, Navarone Chesney Kai Foor.

Kehadiran Foor, yang berposisi sebagai gelandang, dinilai sebagai rekrutan krusial yang dibutuhkan oleh pelatih Darike Kalezic. PSM menyatakan dalam rilisnya bahwa pemain berpaspor Belanda dengan ikatan kuat dengan leluhur Toraja-Maluku ini memilih untuk memperkuat tim kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan di musim ini.

Navarone Foor lahir di Opheusden, Belanda, pada 4 Februari 1992. Perjalanan kariernya dimulai dari akademi NEC Nijmegen, sebelum akhirnya menapaki karier profesional bersama klub yang sama. Ia kemudian melanjutkan kiprahnya di Vitesse Arnhem, sebelum mencoba peruntungan di luar Belanda dengan bergabung bersama Ittihad Kalba, Pafos FC, Riga FC, Karmiotissa, dan Bandirmaspor.

Pada musim 2025/2026, Foor tercatat membela VVV-Venlo di kompetisi kasta kedua Liga Belanda. Selama membela VVV-Venlo, ia tampil dalam 36 pertandingan di berbagai ajang, mencetak dua gol, dan memberikan tujuh assist.

Foor juga pernah menjadi bagian dari tim nasional Belanda di berbagai kelompok usia, termasuk U-19, U-20, dan U-21. Namun, ia belum pernah mendapatkan kesempatan untuk memperkuat tim nasional senior Belanda.

Keterikatan Foor dengan Indonesia berasal dari garis keturunan kakek dan neneknya. Sang nenek, Christina Seru, berasal dari Kalimbuang, Kapala Pitu, Toraja Utara, sedangkan kakeknya berasal dari Kepulauan Kei, Maluku Tenggara.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.