bytedaily - Melansir laporan cnnindonesia.com, Ketua Komite Wasit PSSI Yoshimi Ogawa meminta publik membedakan kekeliruan teknis di lapangan dengan pelanggaran berat, seperti suap. Ia menyampaikan hal itu saat mengevaluasi kinerja wasit hingga pekan keenam Super League dan Championship.
Ogawa mengatakan, kesalahan teknis ditangani melalui pembinaan, bukan hukuman. Menurutnya, Komite Wasit bertugas mengedukasi wasit dan mengatur penugasan pertandingan, sedangkan Komite Disiplin berwenang meninjau serta menjatuhkan sanksi kepada klub atau kelompok suporter.
Ia menambahkan, kesalahan yang dilakukan secara sengaja perlu ditindak. Jika terdapat dugaan pengaturan skor atau korupsi yang melibatkan wasit, penanganan hukuman menjadi kewenangan Komite Disiplin PSSI.
Untuk kesalahan teknis, wasit dapat tidak ditugaskan selama satu hingga dua pertandingan. Jeda tersebut dimaksudkan untuk memberi kesempatan melakukan evaluasi dan memperbaiki kinerja.