bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, serpihan roket pembawa satelit China, Zhuque 2E, ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Roket tersebut digunakan untuk membawa satelit ke orbit, termasuk satelit yang dikembangkan untuk mendukung infrastruktur kecerdasan buatan di antariksa.
Person in Charge Civil Aviation Publication Team Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, mengatakan identifikasi puing mengacu pada informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Serpihan itu dipastikan sebagai bagian roket Zhuque 2E yang jatuh di wilayah Kotim pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 17.36 WIB. Kepastian tersebut diperoleh setelah pihak bandara berkoordinasi dengan BRIN dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).
Beberapa hari sebelumnya, China meluncurkan roket Zhuque-2E Y4 dari zona percontohan inovasi antariksa komersial Dongfeng di wilayah barat laut negara itu. Menurut Xinhua, roket lepas landas pada Rabu (14/10) pukul 19.40 waktu Beijing dan berhasil menempatkan 10 satelit ke orbit yang telah ditentukan.
Delapan satelit yang dibawa merupakan bagian dari kelompok 02 proyek star compute milik ADAspace. Satelit-satelit itu dirancang beroperasi di orbit fajar-senja dan dilengkapi perangkat komputasi berkinerja tinggi, komunikasi laser berkecepatan tinggi untuk hubungan antarsatelit maupun dengan Bumi, serta kamera yang dapat digunakan dalam kondisi minim cahaya.
Pengujian di orbit mencakup sistem sirkulasi cairan pendingin dengan daya 10.000 watt, panel pendingin radiasi berukuran besar yang dapat dibentangkan, serta jaringan komunikasi laser. Satelit tersebut juga akan menguji pelatihan model fondasi kecerdasan buatan di orbit. ADAspace berencana menggunakan hasil pengujian kelompok 02 untuk mengembangkan teknologi komputasi antariksa.
Proyek star compute ditujukan untuk membangun infrastruktur AI di antariksa yang terdiri atas 2.800 satelit komputasi. Kelompok pertama diluncurkan pada Mei 2025, sedangkan kelompok ketiga dijadwalkan masuk orbit pada 2026.
Di Kotim, benda logam ditemukan di sedikitnya dua lokasi perkebunan sawit PT Agro Bukit, KM26. Temuan pertama dilaporkan pekerja kebun pada Senin (19/10), sehari setelah sejumlah warga mendengar dentuman. Salah satu petunjuk identifikasi ialah kode 2ZQE31-20-15 240256KY pada serpihan. KNKT menilai sebagian kode tersebut mirip dengan nama Zhuque 2E, lalu berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN.
Puing yang ditemukan pada Senin telah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk pemeriksaan lanjutan dan alasan keamanan, kata Zachrudien. Pada Selasa (20/10), benda logam lain yang bentuknya menyerupai kubah ditemukan di kawasan perkebunan yang sama. Kabel dan komponen masih tampak menempel, sementara lokasi penemuan telah dipasangi garis polisi.