bytedaily
Selasa, 20 Oktober 2026 - 18:03 WIB

Puing Roket Zhuque 2E China Ditemukan di Perkebunan Sawit Kotim

Redaksi 20 Oktober 2026 2 views
Puing Roket Zhuque 2E China Ditemukan di Perkebunan Sawit Kotim
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir cnnindonesia.com, serpihan yang diidentifikasi sebagai bagian dari roket China Zhuque 2E ditemukan di perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Kalimantan Tengah. Roket tersebut digunakan untuk membawa satelit ke orbit, termasuk satelit yang dikembangkan untuk mendukung infrastruktur kecerdasan buatan (AI) di antariksa.

Person in Charge Civil Aviation Publication Team Bandara H Asan Sampit, Zachrudien, mengatakan identifikasi itu mengacu pada informasi dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Menurut informasi tersebut, serpihan roket jatuh di Kotim pada Minggu (18/10/2026) sekitar pukul 17.36 WIB. Pihak bandara memperoleh keterangan itu setelah berkoordinasi dengan BRIN dan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

Beberapa hari sebelum puing ditemukan, China meluncurkan roket Zhuque-2E Y4 dari zona percontohan inovasi antariksa komersial Dongfeng di wilayah barat laut negara itu, Rabu (14/10). Xinhua melaporkan roket lepas landas pada pukul 19.40 waktu Beijing dan berhasil menempatkan 10 satelit di orbit yang dituju.

Delapan satelit yang dibawa merupakan bagian dari kelompok 02 proyek “star compute” milik ADAspace. Satelit-satelit tersebut dirancang beroperasi di orbit fajar-senja dan dilengkapi perangkat komputasi berkinerja tinggi, komunikasi laser berkecepatan tinggi untuk koneksi antarsatelit maupun satelit ke Bumi, serta kamera yang dapat digunakan dalam kondisi minim cahaya.

Pengujian di orbit mencakup sistem sirkulasi cairan pendingin dengan daya 10.000 watt, panel pendingin radiasi berukuran besar yang dapat dibentangkan, dan jaringan komunikasi laser. Satelit itu juga akan menguji pelatihan model fondasi AI di orbit. ADAspace berencana menggunakan hasil pengujian kelompok 02 untuk mengembangkan teknologi komputasi antariksa.

Proyek “star compute” ditujukan untuk membangun infrastruktur AI di antariksa yang terdiri atas 2.800 satelit komputasi. Kelompok pertama diluncurkan pada Mei 2025, sedangkan kelompok ketiga dijadwalkan ditempatkan di orbit pada 2026.

Di Kotim, benda logam ditemukan di sedikitnya dua titik perkebunan sawit PT Agro Bukit, KM 26. Pekerja kebun melaporkan temuan pertama pada Senin (19/10), sehari setelah sejumlah warga mendengar dentuman. Salah satu petunjuk identifikasi adalah kode “2ZQE31-20-15 240256KY” pada serpihan. KNKT menilai sebagian kode tersebut mirip dengan nama Zhuque 2E, lalu berkoordinasi dengan Organisasi Riset Penerbangan dan Antariksa BRIN.

Puing yang ditemukan pada Senin telah dievakuasi ke Lanud Iskandar Pangkalan Bun untuk pemeriksaan lebih lanjut dan alasan keamanan, kata Zachrudien. Pada Selasa (20/10), benda logam lain yang menyerupai kubah ditemukan di kawasan perkebunan itu. Kabel dan komponen masih tampak menempel, sementara lokasi penemuan telah dipasangi garis polisi.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.