bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang awalnya diciptakan untuk menyatukan berbagai kode QR pembayaran di Indonesia sejak tujuh tahun lalu, kini telah melampaui batas domestik. Sistem pembayaran yang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI) ini telah merambah ke beberapa negara dan menjadi pilar penting dalam transformasi pembayaran digital nasional.
Perkembangan QRIS terus berlanjut, bahkan di bawah kepemimpinan baru di bank sentral. Gubernur BI sebelumnya, Perry Warjiyo, telah menjadikan penguatan sistem pembayaran digital sebagai prioritas utama, yang kemudian mengarahkan QRIS dari standar pembayaran nasional menjadi sistem pembayaran lintas negara. Penjabat (Pjs.) Gubernur BI, Destry Damayanti, menegaskan komitmen untuk melanjutkan pengembangan QRIS.
Menurut Destry, kebijakan sistem pembayaran akan terus difokuskan untuk memperkuat aktivitas ekonomi melalui perluasan akseptasi pembayaran digital, termasuk melalui kerja sama QRIS antarnegara. "Kebijakan sistem pembayaran tetap diarahkan untuk menopang dan memperkuat daya beli masyarakat melalui perluasan kerja sama QRIS antarnegara ke negara mitra prioritas dan program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 dengan target 47 juta merchant QRIS pada 2026 guna mendorong ekonomi keuangan digital yang inklusif termasuk bagi UMKM," ujar Destry dalam sebuah taklimat media di Jakarta, Senin (3/8/2026).
QRIS diluncurkan oleh BI pada 17 Agustus 2019 sebagai standar nasional pembayaran berbasis QR Code. Sebelumnya, setiap penyedia jasa pembayaran memiliki standar QR sendiri, yang mengharuskan pedagang menyediakan berbagai kode QR. Dengan QRIS, semua aplikasi pembayaran dapat menggunakan satu standar yang sama. BI merancang QRIS dengan prinsip cepat, mudah, murah, aman, dan andal, serta membangun sistem pembayaran yang saling terhubung dan beroperasi.
Sebelum mengakhiri masa jabatannya, Perry Warjiyo menyatakan bahwa pengembangan QRIS lintas negara akan terus berlanjut. Ia menambahkan bahwa QRIS telah terhubung dengan Jepang dan Korea Selatan, melengkapi kerja sama yang sudah terjalin sebelumnya dengan Thailand, Malaysia, Singapura, dan Tiongkok.