bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pada pekan ketiga Liga Super tanggal 20 September lalu, pemain Bali United Rahmat Arjuna menyesali tindakan yang berujung pada pertengkaran dengan bek Borneo FC, Rifad Marasabessy, di Stadion Segiri, Samarinda.
Kedua pemain tersebut diberhentikan oleh wasit setelah terlibat aksi tidak sportif. Insiden terjadi ketika keduanya berlari mengejar bola, dan dalam prosesnya tangan Rifad menyentuh wajah Rahmat.
Sebagai respons refleks, Rahmat melancarkan pukulan ke area leher Rifad, yang kemudian membalas dengan sebuah tekel keras. Akibatnya, Rahmat terjatuh dan mengalami rasa sakit di lapangan.
Dalam unggahan Instagram Stories pada 21 September, Rahmat menyampaikan klarifikasi bahwa ia menyesal atas perilaku tersebut dan tidak membenarkan tindakannya. Ia juga menegaskan bahwa ia telah meminta maaf secara langsung kepada Rifad, dan kedua pemain telah saling memaafkan.
Rahmat menutup pernyataannya dengan harapan agar kejadian tersebut menjadi pelajaran bagi keduanya dan mengucapkan terima kasih.