bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) mencatat sedikitnya 452 layang-layang telah ditemukan di sepanjang jalur kereta cepat Whoosh sejak awal tahun 2024. Temuan ini dilaporkan berdampak pada kelancaran operasional perjalanan kereta cepat yang menghubungkan Jakarta dan Bandung.
Manager Corporate Communication KCIC, Emir Monti, menjelaskan bahwa dari periode Januari 2024 hingga Mei 2026, pihaknya telah mengamankan 452 layang-layang beserta benangnya. Mayoritas temuan terkonsentrasi di area Padalarang, Cimahi, dan Bandung. Rinciannya, terdapat 25 temuan pada tahun 2024, kemudian melonjak menjadi 317 temuan di tahun 2025, dan 110 temuan tercatat pada periode Januari hingga Mei 2026.
Emir mengimbau masyarakat untuk tidak bermain layang-layang dalam radius minimal 3 kilometer di kedua sisi jalur operasional Whoosh. Menurutnya, layang-layang yang terlepas dan terbawa angin berisiko tersangkut pada Overhead Catenary System (OCS), yaitu jaringan listrik aliran atas yang menjadi sumber daya utama Whoosh. Jaringan bertegangan tinggi ini dapat mengalami kerusakan, begitu pula dengan pantograf kereta yang berfungsi mengambil daya listrik.
Lebih lanjut, Emir menekankan bahwa insiden tersebut tidak hanya membahayakan keselamatan penumpang, tetapi juga berpotensi menimbulkan gangguan operasional dan keterlambatan perjalanan yang memengaruhi ribuan penumpang. Gangguan paling signifikan dilaporkan terjadi di jalur antara Padalarang dan Bandung. Dalam beberapa kasus, perjalanan Whoosh terpaksa dihentikan mendadak demi menjamin keselamatan. Emir menambahkan bahwa banyak kejadian serupa terjadi pada sore hari, meskipun layang-layang dimainkan di luar batas aman, namun benang yang menjuntai dapat terbawa angin hingga masuk ke jalur kereta cepat.