bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pasangan ganda putra Indonesia, Raymond Indra dan Nikolaus Joaquin, mengungkapkan bahwa persaingan di pemusatan latihan nasional (Pelatnas) PBSI kini semakin intensif. Meskipun ketat, mereka menilai persaingan tersebut berjalan secara sehat.
Raymond, yang akrab disapa Rayjo, menyatakan bahwa persaingan sengit ini sudah dirasakan sejak lama dan ia bersama rekannya tidak mau kalah. "Dari awal kayaknya juga sudah berasa persaingannya, enggak mau kalah pokoknya," ujar Raymond.
Peningkatan tensi persaingan di pelatnas ini dipicu oleh kesuksesan rekan-rekan mereka yang berhasil meraih gelar juara di berbagai turnamen BWF. Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin sukses menjuarai Thailand Open 2026 dan Taipei Open 2026, sementara Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri meraih dua gelar beruntun di Japan Open 2026 dan China Open 2026.
Raymond menambahkan bahwa keberhasilan teman-temannya menjadi motivasi bagi mereka untuk bisa menyamai, bahkan melampaui prestasi tersebut. "Itu jadi memotivasi kami juga biar bisa sama kayak mereka, kalau bisa harus lebih dari mereka," tuturnya.
Pasangan muda ini dijadwalkan akan melakoni debut di Kejuaraan Dunia BWF 2026 di New Delhi pada 17-23 Agustus mendatang. Dengan persiapan matang selama dua pekan terakhir, Raymond/Joaquin berambisi memberikan penampilan terbaik dan menambah daftar juara ganda putra Indonesia di ajang tersebut, mengikuti jejak senior mereka, Mohamad Ahsan/Hendra Setiawan, yang pernah menjadi juara pada edisi 2019.