bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 18:44 WIB

Reaktor Fusi 'Matahari Buatan' China Targetkan Produksi Listrik 2030

Redaksi 14 Juli 2026 19 views
Reaktor Fusi 'Matahari Buatan' China Targetkan Produksi Listrik 2030
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, proyek reaktor fusi Experimental Advanced Superconducting Tokamak (EAST) atau yang dikenal sebagai 'Matahari buatan' milik China, dilaporkan telah mencapai kemajuan signifikan dengan target untuk mulai menghasilkan listrik pada tahun 2030.

Menurut informasi dari cnnindonesia.com, dua magnet superkonduktor utama yang dirancang khusus untuk reaktor fusi ini telah berhasil melewati uji teknis dan pengujian beban penuh. Pengembangan alat eksperimen fusi ini dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2027, dengan harapan dapat mendemonstrasikan produksi listrik pertama berbasis fusi nuklir di China sekitar tahun 2030.

China Central Television (CCTV) melaporkan bahwa tahap akhir pengembangan dan pengujian parameter penuh untuk magnet superkonduktor utama 'Matahari buatan' telah tercapai. Pencapaian ini menegaskan keberhasilan lokalisasi seluruh teknologi inti dalam proyek tersebut.

Wakil Direktur Institut Fisika Plasma di bawah Akademi Ilmu Pengetahuan China (ASIPP), Qin Jinggang, menyatakan bahwa timnya berhasil meningkatkan performa alat secara signifikan dan stabil, serta membangun seluruh rantai pasok dan peralatan produksi. Biaya bahan superkonduktor juga mengalami penurunan drastis, dari sekitar 400 yuan per meter menjadi sekitar 100 yuan per meter.

Kumparan yang baru diuji menunjukkan peningkatan skala yang substansial, baik dari segi berat, dimensi, maupun kapasitas penyimpanan energi, dibandingkan desain sebelumnya. Berat satu kumparan meningkat dari 350 ton menjadi 580 ton, yang menurut Qin, akan memungkinkan perangkat fusi beroperasi pada tingkat energi yang lebih tinggi.

Meskipun demikian, Qin mengingatkan bahwa keberhasilan uji coba ini baru mencapai 80 persen dari keseluruhan proses. Tantangan selanjutnya meliputi pemasangan kumparan ke dalam perangkat, serta pengujian stabilitas jangka panjang dan masa pakai di bawah kondisi operasional yang ekstrem. Qin menambahkan bahwa pengujian ini diperlukan untuk mengklaim penguasaan penuh teknologi superkonduktor suhu tinggi.

Proyek 'Matahari buatan' ini sebelumnya telah mencatat rekor dunia pada Januari 2025, berhasil mempertahankan suhu plasma sebesar 100 juta derajat Celsius selama 1.066 detik. Terobosan terbaru pada magnet superkonduktor ini dianggap mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam mewujudkan pembangkit listrik fusi yang praktis, merupakan hasil kerja keras para ilmuwan China sejak tahun 1980-an.

Qin Jinggang menegaskan bahwa target demonstrasi produksi listrik pertama dari fusi nuklir sekitar tahun 2030 tetap menjadi prioritas, seiring dengan perkembangan positif dalam penguasaan teknologi fusi nuklir yang kompleks ini.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.