bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:59 WIB

Robocop T2 Mulai Atur Lalu Lintas di China, Mampu Deteksi Pelanggaran Hingga Beri Informasi

Redaksi 21 Agustus 2026 1 views
Robocop T2 Mulai Atur Lalu Lintas di China, Mampu Deteksi Pelanggaran Hingga Beri Informasi
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, China kini telah mengerahkan robot bernama T2 yang dikembangkan oleh SUPCON Information untuk membantu mengatur lalu lintas di persimpangan jalan kota Hangzhou. Robot ini dirancang untuk mengambil alih tugas-tugas rutin kepolisian.

T2 dilengkapi dengan kamera dan radar untuk mendeteksi berbagai pelanggaran lalu lintas, seperti pengendara tanpa helm, sepeda listrik yang berboncengan melebihi kapasitas, kendaraan yang berhenti melewati garis stop, hingga pejalan kaki yang menerobos lampu merah. Robot ini akan memberikan teguran suara dan menyesuaikan gerakannya sesuai dengan sinyal lampu lalu lintas. Selain itu, T2 juga dapat memberikan informasi kepada pengendara dan pejalan kaki mengenai arah jalan, lokasi parkir, hingga aturan lalu lintas.

Meskipun berfungsi seperti polisi, robot dengan tinggi 1,88 meter dan bobot 98 kg ini tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan atau dibekali senjata. Dalam situasi darurat, masyarakat dapat menekan tombol khusus pada robot untuk terhubung langsung dengan kantor polisi terdekat.

Cao Hui, Kepala Pusat Inovasi Sistem tanpa Awak Cerdas SUPCON, menyatakan bahwa robot pengatur lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya industri China untuk mengalihkan peran mesin dari fungsi pameran ke pekerjaan yang lebih praktis. Sejak Mei, SUPCON telah menempatkan 15 robot di Hangzhou. Robot-robot ini dilaporkan telah mengeluarkan lebih dari 170.000 peringatan dan berkontribusi pada penurunan kasus bulanan pelanggaran seperti tidak menggunakan helm atau menerobos garis berhenti hingga lebih dari 40 persen.

Cao menambahkan bahwa robot ini dapat beroperasi terus-menerus tanpa memerlukan waktu istirahat. Robot-robot ini beroperasi secara mandiri mulai pukul 07.00 hingga 18.00, bergerak di antara posisi yang telah ditentukan di persimpangan tanpa kendali jarak jauh. Sebelumnya, robot ini telah menjalani ribuan jam pengujian di berbagai lokasi, termasuk area wisata, zona sekolah, kawasan bisnis, serta dalam kondisi lalu lintas padat dan cuaca buruk.

Meskipun SUPCON mengklaim akurasi deteksi pelanggaran melebihi 95 persen, kinerja kamera dan radar robot ini masih dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti sinar matahari yang kuat, hujan, dan suhu ekstrem. Saat ini, sebanyak 50 robocop dari SUPCON Information beroperasi di delapan kota di tiga provinsi China, dengan perkiraan jumlah robot yang digunakan akan mencapai sekitar 200 unit pada akhir tahun ini.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.