bytedaily
Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Robot Pengatur Lalu Lintas 'Robocop' Mulai Beroperasi di China

Redaksi 21 Agustus 2026 3 views
Robot Pengatur Lalu Lintas 'Robocop' Mulai Beroperasi di China
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, China telah memperkenalkan robot bernama T2 yang dikembangkan oleh SUPCON Information untuk membantu mengatur lalu lintas di persimpangan jalan kota Hangzhou. Robot ini dirancang untuk mengambil alih tugas-tugas rutin kepolisian.

T2 dilengkapi dengan kamera dan radar untuk mendeteksi berbagai jenis pelanggaran lalu lintas, termasuk pengendara tanpa helm, sepeda listrik yang membawa penumpang melebihi kapasitas, kendaraan yang berhenti melewati garis stop, dan pejalan kaki yang melanggar lampu merah. Robot ini akan memberikan teguran melalui suara dan menggerakkan tujuh engselnya sesuai dengan sinyal lampu lalu lintas.

Selain itu, robot yang memiliki tinggi 1,88 meter dan berat 98 kg ini juga mampu menjawab pertanyaan dari pengendara dan pejalan kaki terkait petunjuk arah, lokasi parkir, hingga peraturan lalu lintas. Namun, robot ini tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penangkapan atau dibekali senjata.

Dalam situasi darurat, masyarakat dapat menggunakan tombol khusus pada robot untuk terhubung langsung dengan kantor polisi terdekat. Kepala Pusat Inovasi Sistem tanpa Awak Cerdas SUPCON, Cao Hui, menyatakan bahwa robot pengatur lalu lintas ini merupakan bagian dari upaya industri China untuk mengalihkan peran mesin dari tugas-tugas pameran menjadi pekerjaan yang lebih praktis.

Sejauh ini, SUPCON telah menempatkan 15 robot di Hangzhou sejak Mei dan berhasil mengeluarkan lebih dari 170.000 peringatan, yang berkontribusi pada penurunan lebih dari 40 persen kasus bulanan pelanggaran helm dan menerobos garis berhenti. Cao menambahkan bahwa robot ini dapat bekerja terus-menerus tanpa memerlukan waktu istirahat.

Robot-robot ini beroperasi secara mandiri dari pukul 7 pagi hingga 6 sore, bergerak di antara posisi yang telah ditentukan di persimpangan tanpa kendali jarak jauh. Sebelumnya, robot ini telah melalui ribuan jam pengujian di berbagai lokasi seperti daerah wisata, zona sekolah, kawasan bisnis, serta dalam kondisi lalu lintas padat dan cuaca buruk.

Meskipun SUPCON mengklaim tingkat akurasi pengenalan pelanggaran melebihi 95 persen, kinerja kamera dan radar robot ini masih dapat dipengaruhi oleh faktor lingkungan seperti sinar matahari yang terik, hujan, dan suhu ekstrem. Saat ini, terdapat 50 robocop dari SUPCON Information yang beroperasi di delapan kota di tiga provinsi China, dengan perkiraan jumlah robot yang digunakan akan mencapai sekitar 200 unit pada akhir tahun.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.