bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 20:23 WIB

Ronaldo Terancam Skorsing hingga Enam Bulan dari Timnas Portugal

Redaksi 10 Oktober 2026 8 views
Ronaldo Terancam Skorsing hingga Enam Bulan dari Timnas Portugal
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, Cristiano Ronaldo berisiko mendapat larangan bermain untuk timnas Portugal setelah meninggalkan pemusatan latihan tanpa izin menjelang pertandingan UEFA Nations League melawan Denmark di Kopenhagen. Ia disebut otomatis menjalani skorsing sementara.

Sanksi tersebut merujuk pada Pasal 160 ayat 2 Regulasi Disiplin Federasi Sepak Bola Portugal (FPF), yang mengatur pemain yang meninggalkan kegiatan tim nasional. Dewan Disiplin FPF dikabarkan akan menjatuhkan hukuman lanjutan berupa skorsing satu hingga enam bulan dan denda.

Ronaldo telah mengakui kesalahannya. Berdasarkan regulasi, pengakuan itu dapat mengurangi hukuman hingga setengahnya, sehingga skorsing bisa berlangsung minimal 15 hari dan maksimal tiga bulan. Keputusan mengenai sanksi disebut perlu segera dikeluarkan.

Perselisihan bermula ketika Ronaldo tidak dimainkan dalam laga melawan Norwegia meski telah diminta melakukan pemanasan. Mirror dan O Jogo melaporkan bahwa Ronaldo merasa pelatih Jorge Jesus tidak memenuhi kesepakatan. Jesus kemudian menyatakan Ronaldo tidak akan menjadi starter saat menghadapi Denmark. Ronaldo mengumumkan kepergiannya dari pemusatan latihan pada Rabu (30/9).

Pada Selasa (6/10), Ronaldo mengunggah permintaan maaf melalui media sosial dan menyatakan siap menerima hukuman dari FPF. Ia juga meminta maaf kepada rekan-rekan di timnas karena meninggalkan pemusatan latihan.

Pengacara olahraga Goncalo Almeida, seperti dikutip TVI Noticias, memperkirakan hukuman yang dijatuhkan akan relatif ringan, yakni skorsing selama 15 hari dan denda 255 euro. Pengakuan Ronaldo dinilai dapat meringankan sanksinya.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.