bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, beberapa perangkat Samsung Galaxy dipastikan tidak akan menerima pembaruan sistem operasi Android 17 dan antarmuka One UI 9.0. Hal ini dikarenakan perangkat-perangkat tersebut telah mencapai akhir siklus pembaruan sistem operasi yang dijanjikan oleh Samsung sejak awal peluncurannya.
Kebijakan pembaruan perangkat lunak Samsung menjadi dasar penentuan daftar perangkat yang tidak lagi mendapatkan pembaruan sistem operasi utama. Meskipun tidak merilis pengumuman resmi mengenai daftar lengkapnya, informasi yang beredar mengindikasikan bahwa baik perangkat kelas atas (flagship) maupun kelas menengah (mid-range) termasuk dalam kategori ini.
Perangkat yang tidak lagi menerima pembaruan sistem operasi utama kemungkinan masih akan mendapatkan pembaruan keamanan untuk jangka waktu tertentu. Sistem operasi Android 17 sendiri dilaporkan membawa sejumlah peningkatan yang berfokus pada produktivitas, hiburan, dan keamanan pengguna.
Beberapa fitur baru yang diusung Android 17 antara lain adalah 'Bubbles' yang memungkinkan pengguna mengubah aplikasi menjadi pop-up ringkas hanya dengan menekan lama ikonnya, mempermudah perpindahan antar aplikasi. Selain itu, terdapat pembaruan pada fitur perekaman layar dengan 'Screen Reactions' yang memungkinkan perekaman aktivitas layar bersamaan dengan video wajah pengguna melalui kamera depan.
Bagi pengguna perangkat lipat, Android 17 menawarkan optimasi tata letak layar 50/50 saat bermain game, memisahkan tampilan visual permainan di bagian atas dan gamepad digital di bagian bawah. Fitur pemetaan pengontrol (native controller remapping) untuk pengontrol eksternal dan optimalisasi pembersihan memori juga hadir untuk meningkatkan pengalaman bermain game.
Aspek keamanan turut diperbarui dalam Android 17, mencakup fitur 'Mark as lost' di Find Hub untuk mengunci ponsel hilang dengan biometrik, pembatasan akses lokasi sementara, serta pembaruan fitur kontrol orang tua yang tidak memerlukan penautan akun Google.