bytedaily
Sabtu, 04 Juli 2026 - 05:42 WIB

Sensus Ekonomi 2026 Akan Mencakup Pelaku Ekonomi Digital

Redaksi 22 Juni 2026 15 views
Sensus Ekonomi 2026 Akan Mencakup Pelaku Ekonomi Digital
Ilustrasi visual (Sumber referensi: ekonomi.republika.co.id)

bytedaily - Menurut informasi dari ekonomi.republika.co.id, Badan Pusat Statistik (BPS) telah menetapkan bahwa Sensus Ekonomi (SE) tahun 2026 akan menyertakan seluruh pelaku ekonomi, termasuk mereka yang bergerak di bidang ekonomi digital. Inspektur Utama BPS RI, Dadang Hardiawan, menyatakan bahwa ini merupakan aspek baru yang istimewa karena mencakup lapangan usaha pertanian serta ekonomi digital, suatu perkembangan yang belum signifikan sepuluh tahun lalu.

Penegasan ini disampaikan Dadang saat Pencanangan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Lapangan Vatulemo, Kota Palu, yang bertepatan dengan hari bebas berkendara. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, turut membacakan deklarasi sebagai simbol dukungan dan komitmen dalam menjaga integritas, memperkuat sinergi, serta mendukung penyediaan basis data ekonomi yang berkualitas.

Dadang menjelaskan bahwa Sensus Ekonomi merupakan amanat undang-undang yang diselenggarakan setiap sepuluh tahun sekali. Kegiatan strategis ini bertujuan untuk memotret struktur dan karakteristik perekonomian Indonesia hingga ke tingkat daerah. Pendataan lapangan SE2026 dijadwalkan berlangsung dari 15 Juni hingga 31 Agustus 2026, dengan BPS menerjunkan 3.210 petugas untuk mendata sekitar 1,5 juta pelaku usaha di Sulawesi Tengah.

BPS mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menerima petugas sensus dengan baik dan berpartisipasi aktif dalam menyukseskan SE2026. Partisipasi ini dapat diwujudkan melalui gerakan TIR, yang berarti menerima kedatangan petugas sensus, mengisi data dengan benar dan lengkap, serta memahami bahwa kerahasiaan data yang diberikan dijamin dan dilindungi sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media ekonomi.republika.co.id menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.