bytedaily
Kamis, 25 Juni 2026 - 14:38 WIB

Serangan Siber Israel Lumpuhkan Layanan Tiga Bank Besar di Iran

Redaksi 25 Juni 2026 4 views
Serangan Siber Israel Lumpuhkan Layanan Tiga Bank Besar di Iran
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, tiga bank di Iran yang memiliki keterkaitan dengan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dilaporkan mengalami serangan siber yang menyebabkan gangguan sementara pada layanan perbankan mereka. Informatics Services Corporation mengonfirmasi bahwa serangan tersebut telah melumpuhkan layanan berbasis kartu di Bank Melli, Bank Saderat, dan Bank Tejerat, sehingga memaksa penangguhan seluruh operasi yang berkaitan dengan kartu di ketiga institusi tersebut.

Menurut informasi yang disampaikan oleh Reuters pada Rabu (24/6), tim keamanan siber tengah bekerja keras untuk memulihkan seluruh sistem agar kembali beroperasi sebagaimana mestinya. Kepala humas perusahaan tersebut menyatakan bahwa dampak serangan ini meluas ke layanan ATM, mesin Electronic Data Capture (EDC), serta aplikasi mobile banking yang terintegrasi dengan sistem kartu.

Insiden serupa sebelumnya juga pernah terjadi pada 14 Juni, yang mengakibatkan gangguan pada beberapa bank besar, termasuk Bank Melli, Saderat, Tejarat, dan Export Development Bank of Iran. Dewan Koordinasi Perbankan Iran menyebutkan bahwa serangan siber yang menargetkan sistem komunikasi bersama menjadi penyebab gangguan tersebut.

Media pemerintah Iran mengutip pernyataan bank sentral pada hari Selasa yang memperkirakan bahwa masalah yang baru saja terjadi ini akan terselesaikan pada Rabu pagi, dan seluruh layanan perbankan akan kembali normal. Pihak berwenang Iran mengindikasikan bahwa insiden sebelumnya, yang membutuhkan waktu beberapa hari untuk diselesaikan, tidak sampai menyebabkan kebocoran data nasabah.

Meskipun Iran belum secara resmi menuding pihak tertentu sebagai pelaku serangan siber ini, otoritas setempat kerap mengarahkan kecurigaan kepada aktor asing yang dianggap memusuhi, seperti Israel, dalam kasus-kasus serupa. Hingga kini, Israel belum memberikan tanggapan resmi terkait tuduhan tersebut.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.