bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kelompok peretas ShinyHunters mengaku membobol portal rekrutmen FBIjobs.gov dan mencuri data pegawai Biro Investigasi Federal Amerika Serikat (FBI). Kelompok itu menyebut data yang diambil mencakup informasi pegawai aktif maupun yang sudah tidak bekerja di FBI.
Data yang dilaporkan berupa spreadsheet dengan sekitar 5.000 baris. Isinya antara lain nama, alamat, nomor telepon, tanggal lahir, nomor jaminan sosial, kontak darurat, serta penempatan pegawai di kantor dan unit tertentu. Sebagian informasi penugasan berkaitan dengan bidang intelijen, keamanan, dan kontra-spionase.
ShinyHunters mengklaim spreadsheet tersebut hanya sebagian kecil dari sekitar 2 hingga 3 terabita data yang mereka curi. FBI menyatakan mengetahui klaim kelompok kriminal siber itu mengenai pembobolan portal dan akses terhadap informasi identitas pribadi pegawai. Biro tersebut mengatakan penyebab kebocoran belum diketahui dan penyelidikan masih berlangsung.
Menurut laporan Reuters yang dikutip CNN Indonesia, ShinyHunters mengancam akan menahan data hingga FBI mencabut pernyataan pada Mei yang mereka anggap merugikan. FBI sebelumnya menyebut kelompok itu kerap melebih-lebihkan akses terhadap informasi sensitif atau pribadi untuk meminta pembayaran, sementara ShinyHunters membantah tuduhan tersebut.
Mantan petugas kontraintelijen FBI Eric O'Neill menilai data semacam itu berpotensi menarik bagi badan intelijen asing dan kelompok ekstremis. Reuters membandingkan data 22 orang dalam spreadsheet dengan sejumlah sumber lain dan menemukan kecocokan, tetapi belum dapat memastikan seluruh isi spreadsheet.