bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, kelompok kejahatan siber ternama ShinyHunters mengumumkan berhasil menembus situs dark web milik pesaingnya, grup berbahasa Rusia bernama cl0p, pada Jumat, 18 September. Mereka menyatakan telah menemukan celah pada perangkat lunak cl0p dan memanfaatkannya untuk menguasai infrastruktur situs tersebut.
Menurut kutipan yang dilaporkan Reuters pada Minggu, 20 September, pernyataan ShinyHunters menyebutkan, "Pada dasarnya kami sekarang memilikinya." Pada hari itu situs dark web cl0p tidak dapat diakses, sementara satu hari sebelumnya muncul pesan "Domain Direbut Oleh ShinyHunters" di halaman tersebut.
Brandon Parsons, manajer intelijen ancaman di Ascent Solutions, menegaskan bahwa perseteruan antar komunitas di dark web memang nyata. Sementara itu, Joe Roosen, direktur senior riset keamanan di SpyCloud, menyatakan belum pernah menyaksikan dua kelompok kejahatan siber saling berhadapan secara terbuka seperti ini, menambahkan bahwa kejadian tersebut merupakan sebuah kejutan.
ShinyHunters mengklaim perselisihan dengan cl0p bermula dari dugaan pencurian eksploitasi perangkat lunak pada tahun lalu, yang memanfaatkan celah keamanan pada Oracle E‑Business Suite (EBS). Mereka menyatakan telah menemukan kerentanan zero‑day tersebut lebih dulu, sedangkan analis Google memperkirakan cl0p telah menggunakan celah itu untuk mencuri data dari lebih dari seratus perusahaan.
Ketegangan semakin memuncak ketika cl0p mengancam akan mengungkap identitas beberapa anggota ShinyHunters, dan pada gilirannya ShinyHunters berjanji akan mempublikasikan rincian cara kerja internal cl0p.
cl0p dikenal sebagai salah satu kelompok siber paling produktif dan inovatif, terutama dalam menemukan serta mengeksploitasi kerentanan pada perangkat lunak perusahaan. Pada tahun 2023, mereka memanfaatkan celah pada sistem manajemen file MOVEit untuk mencuri data puluhan juta orang dari lebih dari 600 perusahaan. Bulan lalu, cl0p mengklaim berhasil mencuri data dalam jumlah besar dari hampir 50 perusahaan global, termasuk Philips, Shell, Fiserv, dan GE Aerospace.
Sementara itu, ShinyHunters juga tidak kalah aktif. Pada April, mereka mengaku mencuri jutaan catatan bisnis dari Rockstar Games, pengembang seri Grand Theft Auto. Pada Mei, mereka meretas platform pendidikan Canvas, menimbulkan gangguan luas pada institusi pendidikan di Amerika Serikat. Pada September ini, perusahaan AI Anthropic melaporkan upaya peretasan yang dilakukan oleh anggota ShinyHunters yang mencoba memanfaatkan Claude AI untuk mendukung aksi peretasan mereka.