bytedaily - Menurut laporan dari cnnindonesia.com, kelompok kejahatan siber internasional yang dikenal dengan nama ShinyHunters mengklaim berhasil menembus situs dark web milik pesaingnya, kelompok berbahasa Rusia bernama cl0p, pada Jumat 18 September. Mereka menyatakan telah mengeksploitasi celah pada perangkat lunak cl0p dan menguasai infrastruktur situs tersebut.
ShinyHunters mengumumkan keberhasilan itu dengan menampilkan pesan "Domain Direbut Oleh ShinyHunters" pada situs cl0p, yang kemudian tidak dapat diakses pada hari Minggu. Seorang juru bicara ShinyHunters, yang dikutip oleh Reuters, menyatakan, "Pada dasarnya kami sekarang memilikinya."
Brandon Parsons, manajer intelijen ancaman di Ascent Solutions, menegaskan bahwa persaingan antar komunitas di dark web memang terjadi. Sementara itu, Joe Roosen, direktur senior riset keamanan di SpyCloud, menyatakan bahwa ia belum pernah menyaksikan dua kelompok kejahatan siber berhadapan secara terbuka seperti ini, menambah keunikan insiden tersebut.
Perselisihan antara ShinyHunters dan cl0p konon bermula dari dugaan pencurian eksploitasi perangkat lunak yang terjadi tahun lalu, terkait kerentanan pada Oracle E‑Business Suite (EBS). ShinyHunters mengklaim menemukan kerentanan zero‑day tersebut lebih dulu, sementara analis Google memperkirakan cl0p telah memanfaatkan celah yang sama untuk mencuri data lebih dari seratus perusahaan.
Ketegangan semakin memuncak ketika cl0p mengancam mengungkap identitas beberapa anggota ShinyHunters, dan kelompok ShinyHunters membalas dengan ancaman mengungkap detail operasi internal cl0p.
cl0p dikenal sebagai salah satu kelompok siber paling produktif, terutama karena kemampuannya mengeksploitasi kerentanan pada perangkat lunak perusahaan. Pada tahun 2023, mereka memanfaatkan celah pada MOVEit untuk mencuri data puluhan juta individu dari lebih dari 600 organisasi, dan pada bulan sebelumnya mengklaim memperoleh data dari hampir 50 perusahaan global, termasuk Philips, Shell, Fiserv, dan GE Aerospace.
ShinyHunters juga tidak kalah aktif. Pada April, mereka mengaku mencuri jutaan catatan bisnis dari Rockstar Games, pembuat seri Grand Theft Auto. Pada Mei, kelompok tersebut meretas platform pendidikan Canvas, menimbulkan gangguan luas di sekolah‑sekolah Amerika Serikat. Pada September, perusahaan AI Anthropic melaporkan upaya peretasan oleh anggota ShinyHunters yang mencoba memanfaatkan Claude AI untuk mendukung aksi mereka.