bytedaily - Melansir laporan dari ekonomi.republika.co.id, sinergi antara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), pemerintah, dan otoritas keuangan dianggap sangat penting dalam menjaga stabilitas nasional di tengah ketidakpastian ekonomi global saat ini. Upaya membangun komunikasi yang aktif antara Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad dengan pemerintah, lembaga keuangan, dan berbagai elemen masyarakat dinilai sebagai salah satu cara untuk memelihara kepercayaan publik.
Menurut Ketua Umum KBPP Polri periode 2026-2031, AH Bimo Suryono, tantangan ekonomi yang dihadapi memerlukan respons yang terkoordinasi dari berbagai institusi negara. Ia menekankan bahwa komunikasi yang terjalin antara DPR, pemerintah, dan seluruh pemangku kepentingan merupakan faktor kunci dalam menjaga stabilitas ekonomi dan sosial nasional.
Bimo Suryono menjelaskan bahwa koordinasi yang dilakukan terhadap isu-isu strategis, mulai dari sektor pertambangan, kebijakan fiskal, hingga penguatan sektor keuangan nasional, dapat memberikan kepastian bagi dunia usaha dan masyarakat. Keterlibatan lembaga seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bursa Efek Indonesia (BEI), lembaga jasa keuangan, serta Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) dalam sinergi ini dinilai krusial untuk menjaga stabilitas sistem keuangan, meningkatkan kepercayaan pasar, dan memastikan kelancaran aktivitas ekonomi.
Selain itu, Bimo Suryono juga menyoroti peran penting koordinasi antara DPR, pemerintah, dan Polri dalam menjaga stabilitas keamanan, yang merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi dan investasi. Ia mengapresiasi langkah Dasco dalam membuka ruang dialog dengan mahasiswa dan berbagai kelompok masyarakat, yang dianggap sebagai bagian dari proses demokrasi yang perlu dijaga melalui komunikasi dan musyawarah.
Dari sisi ekonomi, Bimo Suryono mengemukakan bahwa sejumlah indikator masih menunjukkan perlunya koordinasi yang kuat mengingat dinamika global. Ia menyebutkan bahwa pada penutupan perdagangan Jumat (19/6/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.177, sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menyentuh kisaran Rp17.804 per dolar AS. Kondisi ini mengindikasikan bahwa perekonomian nasional masih dipengaruhi oleh perkembangan global, sehingga kebijakan yang konsisten dan sinergi antarlembaga sangat dibutuhkan untuk menjaga optimisme pelaku usaha dan investor.
Bimo Suryono menambahkan bahwa tantangan ekonomi global tidak dapat diatasi oleh satu institusi saja, melainkan memerlukan sinergi dari seluruh komponen bangsa agar perekonomian nasional dapat terus tumbuh dan mampu menghadapi gejolak eksternal. Sinergi antara DPR, pemerintah, BI, OJK, BEI, perbankan nasional, Himbara, serta Polri merupakan modal penting untuk menjaga stabilitas nasional dan memperkuat kepercayaan publik terhadap perekonomian Indonesia.