bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) yang meningkat pesat turut memunculkan perhatian terhadap kebutuhan airnya. Studi Environmental and Energy Study Institute (EESI) yang terbit pada 2025 menyebut sebuah pusat data dapat menggunakan 5 juta galon air per hari. Penulis studi, Miguel Yañez-Barnuevo, menyatakan jumlah itu setara dengan kebutuhan 10 ribu hingga 50 ribu orang.
Dalam tulisannya di laman EESI, Yañez-Barnuevo juga mengutip perkiraan bahwa 5.426 pusat data di Amerika Serikat menggunakan 449 juta galon air per hari atau 163,7 miliar galon sepanjang 2021. Sumber air pusat data dapat berupa air tawar permukaan, air tanah, pasokan kota, maupun air daur ulang. Besar pemakaiannya, menurut studi itu, dipengaruhi suhu ruangan, lokasi dan iklim, ketersediaan air, ukuran fasilitas, serta kepadatan rak chip.
Air digunakan dalam sistem pendingin perangkat dan sebagian menguap akibat panas. Yañez-Barnuevo menyebut sekitar 80 persen air yang diambil pusat data—biasanya air tawar—menguap, sedangkan sisanya dialirkan ke fasilitas pengolahan air limbah kota. Ia juga menilai bertambahnya pusat data AI, kepadatan chip, dan suhu ruangan dapat meningkatkan kebutuhan air.
Pengambilan air tawar dari sungai lokal atau sumber bawah tanah, menurut Yañez-Barnuevo, berisiko memperburuk kekeringan di wilayah yang kekurangan air dan mengganggu pasokan bagi warga. Ia menyarankan sejumlah alternatif pendinginan, seperti sistem tertutup, pendinginan imersi, pendinginan udara, serta penggunaan air nonminum, termasuk air limbah daur ulang.
Amazon menyatakan air diperlukan untuk mendinginkan chip prosesor di pusat datanya agar tidak terlalu panas dan mengalami kerusakan. Namun, CEO Amazon Web Services Matt Garman mengatakan konsumsi langsung pusat data hanya sekitar 0,5 persen dari total penggunaan air industri langsung di AS. Ia juga menyebut lapangan golf di negara itu memakai sekitar 200 kali lebih banyak air dibandingkan seluruh pusat data Amazon.
Garman membantah anggapan bahwa pusat data pada umumnya menggunakan 5 juta galon air setiap hari. Menurut klaimnya, rata-rata pemakaian pusat data sekitar 170 ribu galon per hari, sedangkan pusat data Amazon menggunakan kurang dari 13 ribu galon per hari.