bytedaily
Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:36 WIB

Studi dan Amazon Berbeda soal Konsumsi Air Data Center

Redaksi 07 Oktober 2026 13 views
Studi dan Amazon Berbeda soal Konsumsi Air Data Center
Ilustrasi visual (Sumber referensi: cnnindonesia.com)

bytedaily - Melansir laporan dari cnnindonesia.com, pesatnya pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) menimbulkan perhatian terhadap kebutuhan air untuk operasionalnya. Studi Environmental and Energy Study Institute (EESI) yang terbit pada 2025 menyebut sebuah data center dapat menggunakan sekitar 5 juta galon air per hari. Penulis studi, Miguel Yañez-Barnuevo, menyatakan jumlah itu setara dengan kebutuhan air 10 ribu hingga 50 ribu orang.

Dalam tulisannya di situs EESI, Yañez-Barnuevo juga mengutip perkiraan bahwa 5.426 pusat data di Amerika Serikat menggunakan 449 juta galon air setiap hari atau 163,7 miliar galon per tahun. Perkiraan tersebut mengacu pada konsumsi pada 2021.

Air untuk operasional pusat data dapat berasal dari air tawar permukaan, air tanah, jaringan perpipaan kota, maupun air daur ulang. Besarnya kebutuhan bergantung pada sejumlah faktor, seperti suhu ruangan, lokasi, iklim, ketersediaan air, ukuran pusat data, serta kepadatan rak chip.

Air juga dipakai dalam sistem pendingin untuk mengendalikan panas perangkat. Yañez-Barnuevo menyebut sekitar 80 persen air yang diambil pusat data—umumnya air tawar—menguap, sedangkan sisanya dialirkan ke fasilitas pengolahan air limbah kota. Menurutnya, pertambahan pusat data AI mendorong kepadatan chip dan suhu ruangan meningkat, sehingga kebutuhan air untuk pendinginan ikut bertambah.

Pengambilan air tawar dari sungai setempat atau sumber air bawah tanah dapat memperburuk tekanan terhadap pasokan, terutama di wilayah yang mengalami kelangkaan. Kondisi itu berpotensi mengganggu pemenuhan kebutuhan air sehari-hari masyarakat. Sebagai alternatif, Yañez-Barnuevo menyarankan sistem pendinginan tertutup, pendinginan imersi, pendinginan udara, serta pemanfaatan air nonminum, termasuk air limbah daur ulang.

Amazon menyatakan air diperlukan untuk mendinginkan chip prosesor di pusat data dan mencegah panas berlebih yang dapat merusak perangkat. Namun, CEO Amazon Web Services Matt Garman mengatakan pemakaian air langsung pusat data hanya sekitar 0,5 persen dari total penggunaan air industri langsung di Amerika Serikat.

Garman juga menyebut lapangan golf di AS menggunakan air sekitar 200 kali lebih banyak daripada seluruh pusat data Amazon. Ia menilai anggapan bahwa pusat data dapat menghabiskan seluruh persediaan air sebagai pernyataan berlebihan. Garman membantah klaim bahwa pusat data pada umumnya menggunakan 5 juta galon per hari dan menyebut rata-ratanya sekitar 170 ribu galon per hari. Menurutnya, pusat data Amazon rata-rata memakai kurang dari 13 ribu galon per hari.


Disclaimer Hukum: Artikel ini merupakan hasil saduran otomatis dari media cnnindonesia.com menggunakan teknologi Artificial Intelligence (AI) dengan tetap mengedepankan Kode Etik Jurnalistik untuk menghindari plagiarisme. Redaksi tidak bertanggung jawab atas kerugian langsung atau tidak langsung akibat informasi ini. Untuk membaca naskah asli, silakan kunjungi tautan berikut.